Momentum Galungan Tumbuhkan Perilaku Positip

23

Dr I Ketut Sumadi (foto iwan).

SULUH BALI, Denpasar — Pengamat masalah agama, adat dan budaya Bali Dr I Ketut Sumadi mengharapkan, umat Hindu lewat momentum Hari Raya Galungan, hari kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (keburukan) lebih memusatkan pikiran untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar perilaku manusia bisa berubah ke arah yang lebih baik dan positif.

“Memusatkan pikiran yang positif secara jernih akan membuka cakrawala dengan harapan mampu menghilangkan pikiran yang buruk atau melakukan tindakan-tindakan yang merugikan baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” kata Dr Ketut Sumadi yang juga Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Selasa (17/12/2014).

Umat Hindu Dharma akan merayakan Hari Suci Galungan pada hari Rabu, 17 Desember 2014 merupakan momentum yang baik dalam mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mohon kepada Tuhan agar umat manusia dihindarkan dari bencana alam, yang belakangan ini hal itu muncul di mana-mana.

Bencana alam akibat kemurkaan alam itu tersendiri erat kaitannya dengan perilaku dan perbuatan manusia yang tidak lagi bersahabat dengan alam.

Oleh sebab itu melalui perayaan Hari Suci Galungan, umat Hindu dapat melakukan introspeksi diri terhadap perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan selama ini, sehingga tidak lagi mengulang perbuat negatif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain di masa-masa mendatang.

Sumadi mengajak masyarakat melalui momentum Galungan itu juga mendoakan pimpinan dan para pejabat agar dalam mengambil kebijakan lebih mengutamakan kepentingan jangka panjang bagi keselamatan dan kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia.

Hal itu ditekankan mengingat akibat kebijakan yang salah diambil para pemimpin akan berakibat fatal terhadap lingkungan sehingga mengancam kelangsungan hidup masyarakat.

Untuk itu para pemimpin di Bali mulai dari bupati, wali kota hingga gubernur mengambil kebijakan yang menguntungkan kelestarian lingkungan dan kelangsungan Pulau Dewata di masa mendatang.

Kelestarian lingkungan, termasuk menjaga kawasan hutan, pesisir serta mengelola Bali sesuai peruntukannya betul-betul mendapat perhatian serius dengan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Pulau Dewata.

Dengan cara itu Bali akan tetap lestari, masyarakat hidup tenteram, aman dan sejahtera, terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, harap Ketut Sumadi. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.