Tersangka dan barang bukti sabu-sabu yang disembunyikan melalui daging kambing.

SULUH BALI, Denpasar РMantan resivis kasus narkoba tergolong lihai, sayangnya aksi hendak menyelundupkan Sabu-sabu kedalam sel penjara Mapolresta Denpasar berhasil diketahui saat tersangka masih berada diareal parkir Mapolresta Denpasar, Kamis (3/11/2016).

Aksi pria berinisial F.H (45) yang juga resedivis dalam kasus narkoba pada tahun 2013 ini menyembunyikan Sabu-sabu kedalam gulai kambing yang dia bawa.
Kasat Resnakorba Polresta Denpasar Kompol I Gede Ganefo mengatakan, tersangka datang untuk menemui sepupunya berinisial HS yang berada didalam sel Mapolresta. Namun kedatangan tersangka bukan untuk sekedar menjenguk, melainkan hendak memberikan narkoba jenis Sabu-sabu.
“Ini modus baru ya, untuk mengelabuhi petugas, tersangka menyembunyikan narkoba kedalam gulai kambing yang dia bawa. Narkoba dia bungkus plastik, kemudian dimasukan kedalam tulang kambing yang sudah dilubangi,” katanya, Jum’at (4/11/2016).
Ganefo menyebutkan, selamaini banyak modus yang digunakan para pengedar yang menyembunyikan narkoba kedalam botol seperti botol air mineral maupun botol lain. Namun untuk tersangka yang satu ini, Ganefo menilai dia tergolong cukup lihai.
“Mungkin dia berfikir, kalau narkoba ditaruh didalam makanan tidak mungkin diperiksa secara teliti karena akan dimakan,” katanya.
Kepada petugas, pria yang beralamat di Jalan Maruti Gang II, Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, ini mengaku dirinya membeli narkoba seharga Rp.1.250.000 dari seseorang yang berinisial MU yang tidak diketahui keberadaannya.
Dari tangan tersangka yang berprofesi sebagai sopir freelance ini, petugas berhasil mengamankan Sabu-sabu seberat 1,20 gram yang disembunyikan di sela-sela tulang dan daging gule.
Ganefo mengatakan, tersangka akan dijerat Pasal berlapis seperti Pasal 112 ayat (1), Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 115 ayat (1) dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.
“Kita jerat Pasal berlapis, selain karena tersangka merupakan seorang resedivis, ini dilakukan untuk memberikan efek jera,” kata Ganefo. (SB-ijo)

Comments

comments