Modus Baru | IRT Bawa Sabu 602 Gram Dalam Jilbab

144
Tersangka pembawa sabu di kantor BNN Bali (foto Rio).

SULUH BALI, DENPASAR – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial NR diringkus oleh Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) provinsi Bali pada, Rabu (29/3) lalu di Terminal Kedatangan Domestik, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Penangkapan terhadap warga asal Medan, Sumatra Utara ini berawal ketika BNNP Bali menerima laporan dari masyarakat bahwa akan ada seorang perempuan yang datang ke Bali untuk menjual Narkoba seberat 602, 06 gram netto.

Dari informasi tersebut, BNNP langsung melakukan penyelidikan. Dan setelah mengantongi identitas dan ciri ciri tersangka, BNNP Bali dipimpin oleh Kabid Pemberantasan Ketut Artha langsung menghubungi salah satu satpam di pintu pemeriksaan kedatangan domestik untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang menjadi target operasi. Sehingga begitu melewati alat pemeriksaan, terdeteksi jika pelaku membawa narkoba dengan jumlah yang sangat besar.

Modus yang digunakan pelaku yakni dengan menyembunyikan narkoba jenis sabu di atas kepala dan ditutup jilbab. Aksi nekat pelaku rupanya terbaca oleh alat pendeteksi. Saat datang ke Bali, pelaku menggunakan maskapai penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan JT926 dengan nomor kursi 18f.

Hal tersebut disampaikan kepala BNNP Bali Brigjen Pol Suastawa, saat memberikan keterangan kepada awak media di kantornya, Senin (3/4/2017). Menurutnya, pelaku sudah tiga kali melakukan penjualan narkoba di Bali. Namun yang ketiga kali ini ini rupanya terbaca oleh petugas sehingga pelaku harus mendekam di sel tahanan BNNP.

Saat melakukan bisnis pertama dan kedua pelaku menjalankannya dengan mulus. Atas dasar itu, pelaku ingin mengulanginya lagi, sayang kali ini pelaku tidak lolos. Kepada petugas pelaku mengaku membawa barang ini karena dibayar 5 juta. Dan jika barang tersebut sukses sampai ke tangan pembeli, pelaku akan mendapat 8 juta lagi. Sehingga total uang yang didapatkan pelaku mencapapai 13 juta di luar tranportasi dan penginapan.

Pelaku sudah tiga kali membawa sabu, dua kali berhasil dan yang ketiga ini dia gagal. Setiap membawa barang dia diberi ongkos tranportasi Rp5 juta dan Rp8 juta setelah barang diterima dia dapat,” ujar Suastawa seraya menambahkan pengiriman dua kali yang berhasil periode Januari-Maret. Di  Bali sendiri, katanya, tersangka menginap di salah satu hotel di Jalan By Pass Ngurah Rai, Tuban. “Dari sana dihubungi seseorang yang dia tidak kenal. Setelah kirim barang dia langsung balik,” jelasnya.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga turut mengamankan barang bukti (BB) berupa kain warna abu-abu, satu lembar Boarding Pass, 3 buah HP, 1 lembar Kain/jilbab, 1 buah kartu ATM Bank BRI dan uang tunai Rp. 2.184.000. Pelaku yang memiliki tiga orang anak ini dikenakan ancaman berlapis dengan tiga pasal yaitu pasal 114 ayat 2, 115 ayat 2 dan 112 ayat 2 UU No 35 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (SB-Rio)

 

 

Comments

comments