BBB | Mistik dan Turistik Bersisian di Nusa Penida

409

Para Narasumber (kanan – I Dewa Ketut Wicaksana dan kiri – Ida Bagus Sidemen). |foto-gd|

SULUHBALI.CO, Denpasar – Bentara Budaya kali ini mengadakan diskusi bertemakan “Mistik dan Turistik di Pulau Nusa Penida”, dengan menghadirkan narasumber yakni seorang Sejarahwan Ida Bagus Sidemen, dan sorang Dosen ISI Denpasar I Dewa Ketut Wicaksana yang merupakan orang asli Nusa Penida, Kamis (24/07/2014).

Ida Bagus Sidemen yang merupakan peneliti sejarah Nusa Penida mengungkapkan hampir semua perjalanan ada nya pulau yang dahulu dikatakan pulau “Gurun”.

Ida Bagus memaparkan kegiatannya meneliti hanya di abad 19 saja. Dalam diskusi, dibahas “Bali Tempoe Doeloe Sering” kali ini mengulas tentang sejarah Nusa Penida berikut perkembangannya di masa kini.

Ida Bagus Sidemen mengatakan “Wilayah Nusa Penida menurut riset saya, sudah diakui sebagai kerajaan pada abad ke-9”, ungkapnya.

Banyak sekali ulasan yang dijabarkan oleh Ida Bagus Sidemen dalam diskusinya. Ulasan yang dibahas lebih kedalam cerita sejarah tentang Nusa Penida yang banyak belum mengetahuinya.

Seperti dalam buku yang dibagikan pada saat diskusi kepada para tamu dijelaskan bahwa, Nusa Penida sebelum menjadi kawasan wisata seperti sekarang, tidak banyak yang mengetahui asal usul Pulau tersebut.

Pulau di timur laut ini bahkan mulanya merupakan wilayah asing, yang pada abad ke-18 difungsikan sebagai penjara bagi para tahanan dari Kerajaan Gelgel.

Lain dari itu, pulau yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Klungkung tersebut sebenarnya diyakini sebagai lokasi bersemayamnya para Dewata dengan daya magis yang luar biasa.

Salah satu pura yang memiliki daya magis yang sangat kuat adalah Pura Ratu Gde Mecaling yang ada di Desa Ped. Menurut lontar Babad Dalem, Pura ini dibangun pada abad ke-14 tatkala rakyat Nusa Penida menentang kekuasaan Dalem Waturenggong, seorang raja Gelgel tersohor.

Di bawah pimpinan Dalem Bungkut, rakyat Nusa Penida mengadakan perlawanan, meskipun dengan mudah dapat dipatahkan oleh pasukan Gelgel, yang selanjutnya mendirikan perwakilan kekuasaan Gelgel di Nusa Penida.

Untuk menjaga pulau tersebut dari kekuasaan Gelgel, rakyat setempat membangun Pura Ratu Sakti Ped sebagai medium memohon kekuatan roh Ratu Gde Mecaling dari Dewi Durga.

Sehingga kekuatan mistik tersebutlah kini bersisian dengan kekuatan turistik yang menyerbu pulau Nusa Penida, itu semua tercermin dari perkembangan pariwisata di wilayah Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan.

Ida Bagus Sidemen kembali menegaskan bahwa “Nusa Penida itu sejatinya bahasnya bukan pulau Buangan tetapi dalam bahasa Balinya “Ketundung”, tegasnya sabari menjawab salah satu penanya.

Lain lagi cerita atau ulasan yang dijabarkan oleh I Dewa Ketut Wicaksana yang dalam diskusi tersebut mengulas tentang pariwisita di Nusa Penida dari jaman dahulu sampai sekarang.

Orang asli Nusa Penida Ini mengatakan “Saya orang asli Nusa Penida memang sangat merasakan kentalnya hawa mistik yang ada disana,” tegasnya. (SB-arx)

 

 

Berita videonya bisa ditonton melalui SuluhBaliTV yang diupload tim suluhbali.co : http://www.youtube.com/watch?v=YivT4JPhYAo

 

 

 

 

Comments

comments

Comments are closed.