Minim Minat Pelajar Bali ambil Beasiswa di Belanda

127

SULUHBALI, Denpasar  – Nuffic Neso Indonesia sebagai perwakilan resmi Nuffic di Indonesia mendorong masyarakat Bali untuk memanfaatkan program beasiswa pendidikan di Belanda. Pasalnya hingga saat ini minat masyarakat Bali untuk berkesempatan mengenyam pendidikan di Belanda terbilang masih sangat minim.

“Minat masyarakat Bali dibandingkan daerah – daerah diluar Bali masih kurang. Padahal di Bali itu banyak sekolah yang bertaraf Internasional tapi itu tidak diikuti dengan minta masyarakat yang ingin belajar keluar Negeri terutama ke Belanda,” Kata Education Promotion Officer, Inty Dienasari, Sabtu (11/03/2017).

Menurutnya,  salah satu kendala terbesar yang dialami peserta untuk mendapatkan beasiswa ke Belanda adalah Bahasa Inggris yang merupakan salah satu syarat untuk peserta bisa mengikuti pendidikan ke Belanda.

Sejak didirkan sejak tahun 1996 hingga saat ini sudah ada sekitar 9.600 alumni asal Indonesia yang telah mendapatkan beasiswa melalui Kerja Sama Organisasi Internasional Pendidikan Tinggi di Belanda atau Nuffic NESO.

“Kita ada sekitar 9.600 alumsi dari seluruh Indonesia yang sudah berhasil lulus dengan memanfaatkan program Beasiswa dari Belanda. Tetapi Mahasiswa asal Bali jumlahnya tidak sampai 100 orang,” ungkapnya.

Menempuh pendidikan lanjutan di luar negeri, memberikan peserta beasiswa untuk lebih mandiri, dan memiliki cara  berpikir yang lebih terbuka hingga terbangunnya jaringan lebih luas.

Meskipun Beasiswa tersebut berasal dari pemerintah Belanda, namun hal tersebut tidak membuat peserta Pendidikan asal Indonesia harus tetap tinggal di Belanda usai mengenyam pendidikan.

Sebagian besar alumni peraih beasiswa di Bali, berkecimpung kembali ke masyarakat mulai menjadi tenaga pengajar  atau dosen di perguruan tinggi baik Negeri maupun Swasta, hingga menjadi aktivis di sejumlah yayasan. (Sb-Dims)

 

Comments

comments