Meski ada Shortcut, Jalur Tengkorak ini Masih Sering Macet

504
Salah satu jalan shortcut di Tabanan (foto rka).

SULUHBALI, Tabanan – Meski telah beroperasi 3 jalan shortcut, masing-masing di Samsam, Bantas dan Megati, Tabanan, jalur padat lintas provinsi Denpasar – Gilimanuk yang sering dijuluki sebagai jalur tengkorak, ini masih saja kerap terjadi kemacetan.

Seperti terjadi pada Senin (22/2/2016) ketika sebuah truk panjang ngadat di tikungan dan tanjakan di barat Desa Samsam membuat kemacetan panjang. Bahkan kendaraan yang datang dari arah timur (Denpasar – Gilimanuk) tidak bisa bergerak hingga di bypass Ir. Soekarno, Tabanan. Begitu pula kendaraan yang datang dari arah Gilimanuk – Denpasar mengalami kemacetan yang panjang.

Kemacetan seperti itu kerap terjadi akibat beban berat angkutan kendaraan dan kondisi jalan dengan beberapa tanjakan disertai tikungan tajam di jalur tersebut. Seperti di barat Lumajang maupun di barat Desa Samsam sudah jadi “langganan” angkutan ngadat. Terutama kendaraan yang datang dengan membawa beban berat dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Meski ada jalur alternative, seperti dengan mengambil jalur ke arah Kerambitan atau Jegu, Penebel tapi kondisi jalannya juga kecil dan tentu memakan waktu yang lebih lama untuk kembali ke jalan utama. Maka bila terjadi kendaraan ngadat di salah satu tikungan dan tanjakan yang tajam itu, kemacetan panjang pun tak terelakkan. Bahkan, seperti nampak pada Senin (22/2/2016) itu, kemacetan kendaraan memenuhi hingga badan jalan shortcut Desa Samsam hingga bypass Ir. Soekarno, Tabanan. (SB-Rk).

Comments

comments