Menyusun KSPN Perlu Tata Ruang Yang Cocok

0
132
Firmansyah Rahim. |foto-lika|

SULUHBALI.CO, Denpasar – Untuk menyusun Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sangat dibutuhkan adanya tata ruang yang telah selesai. Hal tersebut diungkapkan Firmansyah Rahim selaku  dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam acara Selasa Pariwisata yang bertemakan  Integrasi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (Sanur Morning Of The World), di Kantor Bali Tourism Board, Renon, Denpasar. Selasa (6/5/2014).

“Tanpa RT/RW tata ruang tidak akan pernah selesai, karena kita harus siap terhadap lokasi yang diijinkan, jadi RT/RW harus jadi terlebih dahulu, dan kalau kita buat tetapi tata ruangnya tidak cocok sama kita, bisa gak jadi juga. Jadi kita harus pastikan tata ruang kalau sudah beres kita masuk untuk bicarakan tentang KSPN,” ungkap Firmansyah.

Ia juga menjelaskan mengenai sistem KSPN yaitu adalah membuat perencanaan. “Jadi KSPN itu adalah kita membuat perencanaan bukan pembangunan, dan dalam KSPN tugas kita adalah menyusun rencana, kalau pembangunan tinggal kita bicara masalah uangnya,” jelasnya.

Kembali Ia menjelaskan mengenai kewajiban daripada kementerian adalah menyusun rencana detail pembangunan yang ditugaskan oleh pengadilan pemerintah. “Kalau sudah selesai itu, waktu kita menyusun rencana, daerah sudah terlibatkan, entah itu dijadikan perda atau apapun silahkan,” tambahnya.

Ngurah Wijaya. |foto-lika|
Ngurah Wijaya. |foto-lika|

Ngurah wijaya selaku ketua GIPI Bali juga menambahkan betapa pentingnya membenahi kawasan pariwisata khususnya yang ada di Bali, bukan hanya dari fisik tetapi juga yang bisa berdampak kepada masyarakat.

Tujuan dari pada KSPN yang dibicarakan adalah membangun daripada masyarakat itu sendiri dengan cara meningkatkan peran pariwisata. “Kita ingin memberikan satu pemahaman bahwa kalau kita mempunyai satu objek wisata bisa kita pergunakan untuk memajukan masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.

Ngurah Wijaya kembali memaparkan, “Kenapa kita pakai Sanur disini?, karena sanur memang satu contoh yang ada di Bali dan ini bisa kita tularkan, bahwa KSPN itu adalah yang betul-betul merupakan keinginan dari masyarakat lokal. Selain itu Sanur juga merupakan daerah tujuan yang setiap harinya ramai dikunjungi dan untuk sekarang fasilitas itu harus kita tingkatkan dan tidak bisa dibiarkan begitu,” paparnya.

Ia juga mengatakan untuk dana KSPN yang sudah keluar dan yang sudah berjalan untuk saat ini adalah yang digelontorkan untuk daerah Sanur. Serta gambaran detailnya juga sudah ada, sekarang hanya tinggal menjalankannya saja. “Dana-dana tersebut harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat lokal, bukan oleh investor dari luar. Jadi mereka bisa membangun masyarakatnya,” tambahnya. (SB-Lik)

 

Comments

comments