SULUHBALI.CO, Denpasar— Penolakan keras juga dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali terkait terselenggaranya event Konfrensi Inter-Tobacco Asia 2014 di Bali yang rencananya diadakan pada 27-28 Februari 2014. Dalam event tersebut akan digelar pameran produk-produk yang berkaitan dengan tembako seperti, rokok, cerutu, dan lain-lain.

“Kami menolak tentang itu, karena ini memang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang bertujuan membuat udara di Bali ini sehat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Prov. Bali Dr. Ketut Suarjaya yang ditemui saat seusai melakukan olahraga bersama di Kantor Dinkes, Jumat (24/1), Denpasar.

Dr. Ketut Suarjaya (foto-tiar)
Dr. Ketut Suarjaya (foto-tiar)

Ketut Suarjaya mengatakan, penyelengaraan Konfrensi Inter-Tobacco Asia 2014 yang ingin digelar di Bali memang tidak sesuai dengan Perda Provinsi Bali No 10 Tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang menginginkan Provinsi Bali bersih dan sehat, khususnya dari asap rokok.

“Kita ingin membuat Bali ini clean, kita ingin membuat udara di Bali ini sehat, kita selalu berusaha mempromosikan bagaimana upaya prilaku hidup sehat yang salah satunya dengan tidak merokok,” katanya.

Mengenai permasalahan rokok, Ketut Suarjaya menjelaskan dari data yang sudah dimilki Dinas Kesehatan, banyaknya penyakit yang disebabkan oleh asap rokok itu terus meningkat seperti misalnya, peyakit jantung, kanker paru, hipertensi yang disebabkan oleh rokok.

Maka dari itu Pemerintah Provinsi Bali mengupayakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) bisa berjalan dengan baik dan bisa ditaati oleh masyarakat, guna menjaga udara bersih, bebas polusi dan bebas dari asap rokok. “Kaitan Kawasan Tanpa Rokok ini dengan adanya Konfrensi Inter-Tobacco Asia 2014, tentu ini bertolak belakang dengan semangat kita untuk menjaga Bali ini bersih,” ujarnya.

Ketut Suarjaya juga menegaskan, dalam hal ini pihaknya bersama komponen-komponen Kesehatan lainnya, termasuk juga dengan Ikatan Alumni Kesehatan Masyarakat, sudah mengajukan penolakan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Jadi penolakanlah yang sesungguhnya harus kita lakukan, karena kita harus selalu mempromosikan upaya-upaya menuju masyarakat sehat,” tegasnya.

Jikapun benar adanya terselenggara kegiatan tobacco di Bali, Ia mengatakan pihaknya tidak dalam kapasitas dan memilki kewenangan untuk menghentikan kegiatan tersebut, akan tetapi Ketut Suarjaya akan terus berupaya menghimbau kepada seluruh pihak yang terkait agar menolak kegiatan yang akan berdampak buruk ini terselenggara di Bali.

“Kami tidak dalam kapasitas untuk menghentikan, tapi kami akan terus menghimbau kalau kami menolak kegiatan tersebut, karena semangat kita disini untuk membuat Bali ini bersih melalui Kawasan Tanpa Rokok harus terus diupayakan secara berkelanjutan, jadi jangan dikotori dengan upaya yang bertentangan dengan program ini,” paparnya dengan tegas.

Ketut Suarjaya juga menginginkan adanya dukungan dari semua pihak mengenai Perda Kawasan Tanpa Rokok ini. “Sehingga langkah-langkah kita menuju rakyat sehat itu akan semakin nyata, kita semua harus mendukung penuh program KTR ini, karena ini menyangkut keselamatan umat manusia dalam jangka panjang,” harapnya. (SB-Eny)

Comments

comments

Comments are closed.