Menolak Menari Joged Seronok

52

Ida Ayu Mirah Brahmanti Utami. |foto-raka|

 

SULUH BALI, Denpasar – Memiliki hobi menari sejak kecil. Berbagai jenis tari Bali telah pula ia kuasai. Termasuk tari joged bumbung. Namun ia mengaku akan menolak bila ditawari menari joged dengan gerakan-gerakan yang cenderung vulgar dan seronok. “Saya tidak mau dan akan menolak membawakan tari joged seperti itu,” katanya tegas.

Ida Ayu Mirah Brahmanti Utami begitu nama lengkap gadis ini. Lahir dari lingkungan keluarga yang juga berdarah seni. Kecintaannya terhadap seni, khususnya seni tari ia lakoni dengan belajar tari di lingkungan keluarga dan juga sanggar tari di daerah kelahirannya.

Gadis yang lahir 26 Maret 1996 di Griya Jungutan Bungaya, Karangasem ini, terus mendalami pengetahuan dan kemampuannya dalam bidang seni tari. Setelah menamatkan sekolahnya di SMK PGRI Amlapura, ia melanjutkan kuliah di bidang seni tari. Ia kini tercatat sebagai mahasiswi jurusan tari semeseter II di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Pada PKB tahun ini, ia dipercaya sebagai duta Karangasem untuk tampil pada Parade Joged Bumbung, Rabu sore (17/6/2015) di panggung terbuka Ksirarnawa, bersama Sekaa Joged Kusuma Sari, Banjar Dinas Bungkulan, Desa Seraya, Karangasem. “Disamping kuliah dan menari saya juga mengisi kegiatan sebagai guru privat ngajar tari,” katanya usai menari joged di PKB. Ia pun menceritakan, biasanya sekali tampil menari joged mendapat honor Rp 200 ribu. (SB-Raka)

Comments

comments