Menkop Puspayoga Tutup Ajang “Denfest”

51
Menkop Puspayoga dan Walikota Denpasar Rai Mantra berfoto selfie dengan pengunjung Denfest ke 10. (foto humas kota Denpasar).

SULUH BALI Denpasar — Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Ngurah Puspayoga didampingi Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra melakukan acara penutupan ajang “Denpasar Festival (Denfest) 2017” ditandai “Nyurat Lontar”, Minggu malam.

Acara penutupan ajang “Denfest 2017” juga dihadiri Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar Anak Agung Rai Iswara, Istri Wakil Presiden Republik Indonesia Ny. Mufidah Jusuf Kalla, Ny. Bintang Puspayoga, Ketua TP PKK Denpasar Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra dan Wakil Ketua Ny. Antari Jaya Negara serta undangan lainnya.

Sebelum ditutup kegiatan yang diselenggarakan empat hari itu, diawali kesenian kendang anak-anak Adi Mardangga Sanggar Siwer Nadi Swara mulai membuka parade budaya, sekaligus “Melepas Matahari 2017”.

Diikuti kesenian perwakilan Kecamatan Denpasar Timur dengan tema “Ngerebong”, Kecamatan Denpasar Utara dengan materi “Pura Kandepat”, perwakilan Kecamatan Denpasar Barat dengan tema “Pura Tambangan Badung” serta Kecamatan Denpasar Selatan dengan tema “Omed-omedan”.

Wali Kota Denpasar Rai Mantra mengatakan “Denfest” telah menunjukkan ajang puncak akhir tahun yang dimanfaatkan publik membangun kesadaran dalam merawat warisan budaya tradisi dan menciptakan peluang-peluang ekonomi kreatif meliputi ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, budaya, dan kewirausahaan dengan berbagai kreativitas masyarakat Denpasar.

Ia mengatakan dari awal pembukaan “Denfest” pada 28 Desember 2017, ribuan masyarakat dan wisatawan mancanegara hadir menikmati sajian kuliner tradisional dan kreatif tersebut.

Disamping itu, kata dia, hiburan seni dan budaya anak-anak siswa sekolah hampir setiap hari menampilkan ketrampilannya.

Terkait pagelaran budaya “Melepas Matahari 2017” menurut Rai Mantra menunjukkan potensi seni budaya yang ada di setiap lingkungan masyarakat. Seperti seni budaya sakral yang diaplikasikan dalam seni pertunjukkan dan menjadi edukasi masyarakat.

Seperti “Ngerebong, Baris Tengklong, Omed-omedan” dan lain sebagainya menjadi keterkaitan antara seni dan kreativitas menjadi gambaran “Tri Hita Karana” yang harus terus diperkuat menjadi kemajuan kebudayaan yang memberikan kontribusi terhadap ketahanan budaya bangsa.

Tepat pukul 24.00 Wita, Wali Kota Rai Mantra, diusung penari Kecak sembari meniup instrumen “Sangkakala” diikuti tiupan terompet bersama warga masyarakat. Tarian Kecak saling bersautan memeriahkan situasi malam akhir tahun 2017 di titik nol Denpasar yang dipadati ribuan masyarakat.

Tampak warga masyarakat juga bergantian bersalaman dan berfoto “selfie” dengan Menkop Puspayoga dan Wali Kota Rai Mantra menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2018. (SB-ant)

Comments

comments