Salah satu kerajinan anyam Bali (foto – bon)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Pengusaha dan pengrajin aneka anyaman di Bali tetap gencar dan kreatif dalam menciptakan aneka barang dengan desain (rancangan) yang lebih inovatif, sehingga akan banyak memunculkan produk jenis baru yang  lebih seni dan kreatif sehingga banyak diburu konsumen mancanegara.

“Bagaimana pun komoditas anyaman berupa perabotan rumah tangga tetap diperlukan baik di dalam maupun ke luar negeri, maka pangsa pasar di mancanegara harus tetap dibina,” kata Ni Made Mariati seorang pengusaha kerajinan di Denpasar , Sabtu (12/10).

Mariati selama ini telah mampu memperdagangkan anyaman bambu ke Jepang hingga Eropa dan ke pasaran ekspor lainnya. Realisasi ekspor aneka anyaman produksi pengrajin Bali tetap ada ke pasaran luar negeri, walaupun krisis ekonomi global yang melanda sejumlah negara konsumen belum pulih benar,  Ia mengharapkan mudah-mudahan krisis ekonomi global cepat teratasi sehingga perdagangan komoditas nonmigas Bali cerah kembali ke luar negeri.

“Kami tetap berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar lokal, antarpulau ke kota-kota besar di Jawa maupun ekspor,” kata Sang Ayu Ratih, pedagang berbagai jenis kerajinan dan anyaman lainnya di Denpasar.

Khusus produk anyaman yang saat ini telah mengisi pasar ekspor mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya karena mulai ada banyak pesanan dari mitra bisnis diluar negeri, disamping itu produk anyaman juga telah memenuhi permintaan pasar lokal yang juga sering digunakan untuk sarana upacara adat.

Ayu ratih memiliki puluhan tenaga terampil di bidang anyam-menganyam bambu yang para perajinnya kini fokus memusatkan perhatian untuk membuat produk ekspor namun jumlah tenaga kerjanya tersebut relatif sedikit, jika dibandingkan dengan pembuat pesanan lokal.

“Bagi rekan kami yang menjual produk ekspor, kini mengalami perbaikan dengan semakin ramai permintaan, akan tetapi bagi kami kondisinya masih tetap stabil, tutur Sang Ayu Ratih yang asal Kabupaten Bangli.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, mencatat realisasi perolehan devisa khusus kerajinan aneka anyaman meningkat setiap bulannya dari 99.000 dolar AS selama April menjadi 130.000 dolar pada bulan Mei 2013.

Dengan meningkatnya permintaan dari pasar ekspor tentu sangat berpengaruh positif terhadap perolehan devisa khususnya aneka anyaman yang selama ini diharapkan mampu memerangi krisis global yang terjadi. (SB-ant/lik)

Comments

comments

Comments are closed.