Mengenal Lebih Dekat Istana Kepresidenan Tampaksiring

2940

SULUH BALI – Istana Tampaksiring merupakan salah satu dari 5 Istana Presiden yang ada di Indonesia yang terletak di Pulau Dewata Bali. Memiliki keistimewaan karena Istana ini merupakan satu-satunya Istana Presiden yang di bangun setelah kemerdekaan Indonesia.

istanapresiden2Istana ini terletak di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Kawasan istana ini berada pada ketinggian kurang lebih 600 meter dari permukaan laut menjadikan kawasan ini memiliki hawa yang sejuk dan cenderung dingin, serta berada jauh dari kegiatan pusat pemerintahan negara.

Iastana tampaksiring juga menawarkan pemandangan alam yang sangat indah, disebelah timur laut tampak Gunung Agung yang megah. Bangunan-bangunan utama istana ini berdiri diatas tanah yang berbukit. Disekelilingnya terhampar kawasan yang asri diselingi dengan perkampungan khas Bali serta persawahan berteras-teras yang seolah-olah dipahat dipunggung bukit.

Disalah satu sudut kawasan Istana Tampaksiring, yang menghadap kolam Tirta Empul dahulu terdapat bagunan peristirahatan milik kerajaan Gianyar. Diatas lahan tersebut sekarang berdiri Wisma Merdeka, yaitu sebuah bangunan utama yang pertama kali didirikan di Istana Tampaksiring. Berdirinya Istana ini diprakarsai oleh Alm. Presiden Soekarno yang merupakan Presiden Pertama Republik Indonesia.istanapresiden3

Iastana Tampaksiring pertama kali dibangun pada tahun 1957, dengan mendirikan Wisma Merdeka dan Wisma Yudistira yang dikerjakan secara bertahap oleh arsitek R.M Soedarsono. Tujuan pembangunan Istana ini ialah Presiden Soekarno meningnkan adanya tempat peristirahatan yang baik bagi Presiden beserta keluarga maupun untuk tamu-tamu negara. Dipilihnya lokasi Tampaksiring antara lain karena daerah ini memiliki hawa yang sejuk serta letaknya yang jauh dari keramaian kota, sehingga cocok dijadikan sebagai tempat peristirahatan. Presiden Soekarno adala orang pertama yang memanfaatkan tempat peristirahatan ini. Adapula tamu negara pertama yang menginap d Istana ini adalah Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand bersama permaisurinya, Ratu Sirikit pada tahun 1960.

Pambangunan Istana dilanjutkan pada tahun berikutnya hingga terselesaikan semua pada tahun 1963 dan berdiri Wisma Negara dan Wisma Bima. Kompleks Istana Tampaksiring terdiri atas empat bangunan utama yakni Wisma Merdeka, Wisma Negara, Wisma Yudistira dan Wisma Bima, serta bangunan penunjang lainnya. Bangunan utama ini dibangun menyebar diatas lahan seluas lebih dari 19 hektar, sehingga jarak antara gedung relatif jauh.

jembatanistanapresidenWisma Merdeka memiliki luas 1.200 meter persegi, merupakan kamar-kamar Presiden beserta keluarga. Wisma Negara memiliki luas 1.476 meter persegi, disini terdapat kamar-kamar bagi tamu negara yang beristirahat atau menginap di Istana Tampaksiring. Wisma Merdeka dan Wisma Negara dibangun diatas dua bukit. Kedua bukit yang menopang wisma tersebut dipisahkan oleh celah bulit yang cukup dalam yang dihubungkan oleh jembatan sepanjang 40 meter. Tamu-tamu negara yang berkunjung membina persahabatan selalu diantar melalui jembatan tersebut dari Wisma Merdeka ke Wisma Negara, oleh karena itu jembatan ini disebut Jembatan Persahabatan, yang juga merupakan maskot Istana Tampaksiring dan satu-satunya Istana yang memiliki jembatan persahabatan.

Wisma Yudistira memiliki luas 1.825 meter persegi. Wisma ini dipergunakan sebagai tempat peristirahatan rombongan tamu negara yang berkunjung ke Istana Tampaksiring. Kamar-kamar yang ada disini juga diperuntukan kepada para petugas yang melayani Presiden beserta keluarga dan tamu negara. Sementara itu Wisma Bima yang memiliki luas 2.000 meter persegi dimaksudkan sebagai tempat beristirahat bagi para pengawal serta petugas yang melayani Presiden beserta keluarga dan tamu negara beserta pengiringnya.

Selain daripada Wisma Utama tersebut, Istana Tampaksiring juga dilengkapi dengan bangunan pendukung seperti Pandopo berasitektur khas Bali, yang juga terdapat gedung pertunjukan di bagian depan. Selain itu juga terdapat gedung konferensi sebagai tempat mengadakan pertemuan kenegaraan. Terdapat pula gedung museum sebagai tempat benda-benda seni pilihan koleksi Istana Kepresidenan, ada pula gedung perpustakaan yang berisi buku-buku pustaka Istana Kepresidenan. Di area parkir terdapat gedung istura yakni istana untuk rakyat yang khusus melayani masyarakat yang dibangun tahun 2013 lalu. (SB-Lik)

Comments

comments