Wayan Koster (baju putih) dan Cok Ace usai mendaftar di KPUD Bali (foto rk).

SULUH BALI, Denpasar — Pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali KBS-Ace mendaftar ke KPU Provinsi Bali diiringi ribuan pendukung yang membawakan berbagai atraksi kesenian daerah setempat dan kirab bendera.

Sementara itu, bakal Calon Gubernur Bali I Wayan Koster menargetkan dalam Pilkada 2018 dapat meraih suara kemenangan hingga 70 persen.

Koster yang juga anggota DPR RI itu optimistis target tersebut bisa dicapai berbekal perolehan suara parpol pendukung saja sekitar 52 persen. “Tidak ada daerah yang berat, cuma harus bekerja keras saja,” ucap Koster.

Sedangkan I Nyoman Giri Prasta, Ketua Tim Pemenangan KBS-Ace bahkan menyampaikan siap menjadi garansi untuk kemenangan calon tersebut.

Giri Prasta yang juga Bupati Badung itu optimistis mencapai target tersebut, disesuaikan pula dengan tema yang diangkat “Sura Dira Jayengrat” yang artinya ksatria hebat pemimpin jagat.

Pendaftaran pasangan KBS-Ace juga dihadiri oleh sejumlah pentolan PDIP Bali, diantaranya Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Ngurah Puspayoga, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Bangli I Made Gianyar, Bupati Jembrana I Putu Artha, dan Wakil Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jayanegara.

Massa pendukung mengantarkan paket KBS-Ace berangkat dari Sekretariat DPD PDIP Bali menuju KPU Bali dengan diiringi gamelan baleganjur, deretan barisan pemain kesenian Okokan (khas Tabanan), kirab pembawa bendera Merah Putih, kirab bendera dari partai pengusul dan pendukung, serta penari baris.

Selain itu ada barisan muda-mudi yang menggunakan pakaian adat dari berbagai provinsi di Tanah Air, dan juga ada pementasan kesenian Barong Bangkung.

Pasangan Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster- Ketua PHRI Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace) diusulkan oleh empat parpol peraih kursi di DPRD Bali yakni PDIP, Hanura, PAN, dan serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Di samping itu juga didukung PKB dan PPP.
Penuhi Syarat

“Hari ini menjadi satu tahapan penting, karena akan menghasilkan salah satu pasangan calon yang akan memimpin Bali lima tahun ke depan,” kata Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, saat menyampaikan kata pembuka pada pendaftaran tersebut, di Denpasar, Senin (8/1/2018).

Pihaknya berharap siapapun pemimpin Bali yang akan terpilih pada 27 Juni 2018 dapat mewakili sifat-sifat pemimpin Asta Brata, seperti yang tertuang dalam Maskot Pilkada Bali yakni Kayonan berisi simbol sifat Asta Brata.

“Kami mengimbau agar semua pihak selalu dapat menjaga keamanan, ketertiban, dan ketentraman, sehingga semua tahapan dan berjalan shanti (damai) dan jagadhita (sejahtera). Mari berikan pendidikan yang sehat dan datang ke TPS pada 27 Juni,” ucapnya.

Raka Sandhi juga menyatakan dokumen pencalonan yang diserahkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali KBS-Ace telah memenuhi sejumlah ketentuan dalam UU maupun peraturan KPU.

“Dokumen pencalonan sudah sesuai dengan ketentuan, sudah kami cek satu persatu dan juga sudah meminta masukan komentar dari Bawaslu Bali,” kata Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi setelah menerima dan meneliti berkas pendaftaran pasangan tersebut, di KPU Bali, di Denpasar, Senin (8/1/2018).

Pasangan Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster – Ketua PHRI Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace) diusulkan oleh empat parpol peraih kursi di DPRD Bali yakni PDIP, Hanura, PAN, dan serta PKPI. Selain itu juga didukung PKB dan PPP.

“Sudah sama-sama disaksikan, dokumen pencalonan itu sudah memenuhi syarat. Sebagai contoh dari segi dukungan kursi di DPRD Bali minimal 20 persen. Demikian juga pimpinan parpol yang mengusulkan juga telah hadir semua, ketua dan sekretarisnya hadir,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Raka Sandi, telah dicocokkan antara dokumen SK kepengurusan parpol yang diterima dari KPU RI dengan pengurus yang menandatangani itu di tingkat Provinsi Bali. “Jadi berdasarkan hal itu, kami menyatakan, dokumen pencalonan dapat kami terima,” ucapnya.

Tetapi terkait dengan dokumen syarat calon, baik bakal calon gubernur dan wakil gubernur, KPU Bali hanya melihat dari sisi ada tidaknya sesuai dalam regulasi.

“Kebenarannya, baik secara administrasi maupun faktual, tentu akan ada tahapan untuk kami verifikasi,” ujar Raka Sandi. (SB-ant)

Comments

comments