Menari Bagaikan “Babuang”, Sukacita Berahirnya Ngusaba Desa

61

SULUH BALI, Amlapura – Ada yang menarik yang dilakukan secara turun-temurun di Desa Pakraman Ipah yakni menari babuang atau dikenal oleh masyarakat setempat mabuang. Prosesi ini merupakan bentuk tari persembahan kepada Ida Bhatara yang dilakukan oleh krama desa pakraman tersebut.

Babuang sendiri merupakan sejenis semut hitam yang kalau dihadap-hadapkan akan saling beradu kepala dengan lawannya. Begitupun Tari persembahan ini dilakukan dengan saling berhadap-hadapan dengan rekannya.

Tari ini dipersembahkan saat prosesi mesineb ngusaba desa. Diawali dengan rejang dan pependetan serta nyeraman. Setelahnya barulah tari babuang ini dilaksanakan.

Pembuka (pemungkah) babuang dilakukan oleh Jero Mangku Desa, kemudian Jero Mangku Dadya, dilanjutkan Prajuru Desa, Saye Piodalan serta diteruskan oleh krama desa.

Tari babuang merupakan persembahan yang ditunggu-tunggu oleh pemedek. Sorak riuh pemedek mengiringi dimulainya tari ini. Banyak tingkah kocak ditunjukan oleh penari layaknya seekor babuang sehingga terkadang memicu gelak tawa penonton.

Setelah menari semua penari babuang berada di utamaning mandala pura puseh. Dilanjutkan dengan sembahyang bersama memohon keselamatan dan kesekahteraan dari ngusaba desa. Selesai sembhyang tibalah krama mesuryak mencirikan kebahagiaan dalam melaksanakan upacara ngusaba.

Prosesi selanjutnya krama mejurang (berebut) jatu panglemek (jaja Bali) yang kemudian akan ditaruh di sawahnya masing-masing sebagai permohonan kesuburan. Selesai semua prosesi ini barulah Ida Bhatara katuran mesineb. (SB-Skb)

Comments

comments