Menakjubkan | Kejiwaan Kakek Nakal Ini Diperiksa, Disodori 567 Pertanyaan

532
Robert Andrew Fides Ellis (foto ist).

SULUH BALI, Denpasar – Robert Andrew Fides Ellis (70) pria asal Australia yang ditangkap di Selemadeg Timur, kabupaten Tabanan pada tanggal 11 bulan Januari 2016 lalu, telah menjalani pemeriksaan Psikologi di Rumah Sakit Sanglah. Tentunya kakek ini bisa digolongkan berprilaku nakal, karena sering memandikan anak gadis orang di rumahnya.

Dokter ahli mulai memeriksa kejiwaan sejak hari Jumat (05/02/2016) lalu. Ia disodori 567 pertanyaan, secara tertulis dan lisan.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto saat dikonfirmasi mengaku hingga saat ini pihak Polda Bali belum menerima laporan pemeriksaan dari pihak kedokteran ahli jiwa yang menangani pemeriksaan kejiwaan dari pelaku ini belum diterima oleh pihaknya.

“Mengingat jumlah pertanyaan yang mencapai 567 pertanyaan baik secara lisan maupun tulisan tentu saja dokter yang melakukan pemeriksaan Psikologi Robert tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. jika berkas hasil test kejiwaan pelaku sudah sampai ke pihak Polda Bali, maka pihak penyidik dari Polda Bali juga akan masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lanjut kepada pelaku,” ungkapnya, Selasa (16/02/2016).

Hery mengaku jika berkas periksaan Psikologi ini selesai, maka seluruh berkas perkara pria asal Australia tersebut siap untuk dilimpahkan ke Pihak Jaksa Penuntut Umum untuk selanjutnya dilakukan proses persidangan.

“Saat ini, kami sedang melengkapi berkas perkaranya. Kami juga akan memeriksa pelaku jika berkas dari hasil tes kejiwaan dari pihak dokter ahli sudah sampai ke tangan kami. Setelah itu, jika semuanya sudah rampung, kami akan serahkan ke penuntut umum untuk disidangkan,” terangnya lagi.

Disinggung mengenai jumlah yang sekira akan bertambah, Hery mengaku hingga saat ini jumlah korban ada sekitar 16 orang dan belum ada penambahan yang saat ini masih dalam pendampingan pihak PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).

“Ya, para korban ini sedang berada di keluarganya masing-masing dan tentunya masih dalam pengawasan dan dampingan dari pihak PPA,” ujarnya. (SB-Ijo)

Comments

comments