Nonok, penyanyi senior yang terkenal dengan “Sopir Bemo”|foto-raka|

Nonok (duduk) penyanyi senior  didampingi Ian Bero. |foto-raka|

 

 

SULUHBALI.CO, Denpasar – Acara pentas lagu pop Bali dari masa ke masa di panggung terbuka Arda Candra, Sabtu malam (9/8/2014) membludak. Karena antusiasnya para penggemar lagu-lagu pop Bali untuk datang menyaksikan penyanyi idola mereka. Bahkan sebuah komunitas yang bernama PPG Bali (Peguyuban Penggemar Gending Bali) datang dengan rombongan lengkap membawa spanduk nama komunitasnya.

Ayu Saraswati. |foto-raka|
Ayu Saraswati. |foto-raka|

Acara yang digelar serangkaian mengisi Bali Mandara Mahalango ini dikemas dengan menampilkan periode perkembangan lagu-lagu pop Bali dari masa tahun 1970-an. Pada saat itu ditandai dengan terbentuknya Band Putra Dewata yang dikomandani seniman musik legendaris Anak Agung Made Cakra. Kusir Dokar, adalah lagu yang sangat populer dan sangat melekat bagi masyarakat Bali hingga saat ini.

Bintang Band. |foto-raka|
Bintang Band. |foto-raka|

Untuk mengenang lagu-lagu pop Bali dari masa ke masa tersebut, tampil Sanggar Eka Mahardika dan Pramusti Bali (Persatuan Artis Penyanyi Musisi Pencipta Lagu Insan Seni Bali, Serta kehadiran seniman musik Bali yang senior Anak Agung Rakadanu, dengan membawakan lagu Bungan Sandat ciptaan Anak Agung Made Cakra.

KIS Band. |foto-raka|
KIS Band. |foto-raka|

Sebelumnya juga tampil penyanyi pada era tahun 1980-an Nonok, yang populer dengan celetukan “Sing Ade Ape De..”. Penonton memberi tepuk tangan yang panjang atas semangat Nonok, meski kini ia sudah lanjut usia bahkan ia mesti dipapah untuk bisa tampil di panggung. Kemudian tampil pula penyanyi seangkatan dengan Nonok, penyanyi yang terkenal dengan “Sopir Bemo” Ian Bero. De Pengkung dan De Alot.

LOLOT Band. |foto-raka|
LOLOT Band. |foto-raka|

Disusul oleh penampilan penyanyi era 1990-an. Ayu Saraswati tampil dengan kostum panggung yang wah, diiringi suara emas tiupan seruling Gus Teja, lengkap dengan penari latar yang juga digarap gemerlap. Eka Badeng dengan tembang Kidung Kasmaran, Eka Jaya membawakan lagu Selem-Selem Manis, De Antoni, Yan Se, Panji Kuning, Bayu KW, Agung Wirasuta, Senior dan Ray Peni. Pada era ini mulai tumbuh kreatifitas dalam bermusik dengan sentuhan irama mandarin, yang ditandai oleh mencuatnya nama Widi Widiana, penyanyi yang lama bertahan dengan melahirkan beberapa album pop Bali dengan cirri khasnya.

Nanoe Biroe. |foto-raka|
Nanoe Biroe. |foto-raka|

Pada sesi berikutnya barulah tampil penyanyi pop Bali era tahun 2000-an. Yang dianggap oleh kalangan pengamat dan pencinta musik/lagu pop Bali sebagai era kebangkitannya. Karena lagu pop Bali sudah diterima oleh semua kalangan, baik masyarakat di desa maupun perkotaan, termasuk dari semua usia. Hal ini ditandai oleh kehadiran Lolot, yang mengusung aliran rock pada lagu pop Bali.

PPG Bali. |foto-raka|
PPG Bali. |foto-raka|

Begitu pula dengan Triple-X, Nanoe Biroe, KIS, Bintang Band dll. Pada masa ini berbagai jenis aliran musik sudah mulai dimasukkan dalam lagu pop Bali.

Terbukti saat Lolot dan band-nya tampil, penonton seperti terhiptnotis, marangsek maju ke depan panggung. Ikut menirukan lagu-lagu Lolot yang sudah akrab di telinga para penggemarnya.

Triple - X. |foto-raka|
Triple – X. |foto-raka|

Hal yang sama juga terjadi pada saat Nanoe Biroe, Triple-X, Bintang Band dan terakhir KIS tampil diatas panggung. Bahkan masing-masing sisi panggung terbagi oleh para penggemar fanatik (fans) band tersebut, sambil mengibarkan spanduk nama band.(SB-Raka).

Comments

comments

Comments are closed.