Suasana serasehan tentang CSR (foto raka).

SULUH BALI

Kemajuan pembangunan nasional tetap menyisakan berbagai permasalahan sosial yang emembutuhkan perhatian serius dari kita semua untuk menghadapinya. Kemiskinan, kesehatan, pendidikan sampai kepada anak-anak terlantar, adalah ironi yang tetap ada ditengah-tengah kemajuan jaman dan era global saat ini di tanah air.

Di Bali misalnya dengan angka kemiskinanan 4,53 atau sekitar 192.000 jiwa dari 4,1 juta jiwa penduduk Bali, terbaik ke 2 nasional. Serta dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata diatas 6 persen per tahunnya, masih menyisakan berbagai permasalahan, masih banyak masyarakat Bali yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Pemerintah provinsi Bali tentu tidak bisa bekerja sendiri mengatasinya. Berbagai program pemerintah yang pro-rakyat, yang pro-kaum msikin tidak ada artinya jika tidak didukung oleh seluruh komponen masyarakat terutama para pengusaha dan pimpinan perbankan serta BUMN yang ada di Bali dalam program sosialnya.

Untuk itulah agar semua komponen masyarakat Bali untuk memberikan perhatian lebih besar dengan membantu masyarakat miskin kita untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasarnya. Selama ini pihak swasta sudah berkontribusi dalam mengatasi persoalan kemiskinan masyarakat Bali lewat program CSR masing-masing. Ke depan agar terus ditingkatkan lagi, lebih fokus dan lebih terkoordinasi.

Demikian disampaikan oleh Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala BPMPD Bali I Ketut Lihadnyana, saat membuka sarasehan yang mengambil tema : sinergi pihak swasta dan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Bali, Jumat (5/12) di aula pertemuan Bajra Sandhi, Renon.

Menghadirkan pembicara seperti Bagus Sudibya, Nyoman Wiratmaja, pihak Rotary Bali, kalangan usaha, media serta anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Bali, Forbara dan perbankan.

Mangku Pastika juga menekankan bahwa dengan membantu warga miskin itu juga sebagai bentuk dan wujud dari yadnya juga. Hal tersebut juga merupakan sebagai wujud bhakti kita kepada Ida Sang Hayang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa.

Karena seperti dikatakan oleh orang bijak bahwa rejeki, ilmu pengetahuan, kekuasaan, kemuliaan harus dibuatkan jalan untuk dibagi agar tidak akan menjadi kubangan air kotor yang tidak berguna. Untuk itu saya mengajak agar rejeki itu juga buat meyadnya atau dibagi buat warga miskin. Pungkas Mangku Pastika dalam sambutannya. (SB-raka).

Comments

comments

Comments are closed.