Medsos | Tidak Ada Larangan, Tradisi “Nganget Don Bingin” di Jayasabha Tetap Lestari

1646
Upacara Ngangget don Bingin warga dari Jero Jambe, Kali Ungu, Denpasar.

SULUH BALI, Denpasar – Tradisi “Ngangget Don Bingin” di Jayasabha (Rumah Kediaman Gubernur Bali) masih dilestarikan sampai dengan saat ini dan kedepannya.

Sabtu (9/7/2016) Puri Agung Jambe Banjar Kaliungu, Denpasar melaksanakan kegiatan upacara Ngangget Don Bingin di Jayasabha dalam rangka upacara Atma Wedana (mamukur).

Acara yang diikuti puluhan warga tersebut berlangsung khidmat dan berhasil metik ribuan helain daun beringin. Pada waktu waktu sebelumnya, upacara ini secara berkala juga dilakukan oleh warga di Denpasar.

Pemerintah Provinsi Bali tidak melarang jika ada masyarakat umum yang melaksanakan upacara “Nganget Don Bingin” di lingkungan rumah kediaman Gubernur Bali itu dan pohon beringin yang ada disana berjumlah dua buah masih dikeramatkan dan masih dipelihara dengan baik.

Pohon beringin di Jayasabha berdiri tegak, dan berdaun lebat.
Pohon beringin di Jayasabha berdiri tegak, dan berdaun lebat.

Hal ini secara langsung telah menepis tudingan salah satu akun di media sosial (medsos) Facebook bernama Aridus Jiro yang sempat menuding diakunnya dengan menyatakan pohon beringin yang ada di Jayasabha telah dipangkas habis daun dan rantingnya.

Aridus pada akunnya menulis “Pagi ini setelah acara megobedan atau mesangih, baik di rumah masing2 pengiring maupun secara massal di Payadnyan, terkait Upacara Memukur di Puri Agung Jrokuta Denpasar, sore ini dilanjutkan Upacara Nganget Don Bingin. Sayang, acara tidak lagi bisa dilaksanakan di tempat biasa seturut tradisi karena pohon beringin bernilai sakral tsb dipangkas habis daun dan rantingnya, entah alasan apa? Ada yang berasumsi, mungkin orang penting yg kini berumah-jabatan di sana tidak ingin terusik ketenangannya. Ohh begitu kah ? Inikah cerminan sikap ajeg Bali termuktakhir ?”

Menurut Kepala biro Humas Pemprov Bali Dewa Mahendra, postingan tersebut sudah menyebarkan fitnah dan kebencian, karena faktanya pohon beringin tersebut masih utuh dan berdaun lebat, “Buktinya sore ini ada kelompok masyarakat dari Banjar Kali Ungu, Denpasar, Sabtu hari ini Ngangget Don Bingin di Jaya Sabha.”

Memang secara berkala pohon beringin ini dipangkas, salah satunya permintaan Inna Bali Hotel, karena takut cabang dan ranting pohon beringin jatuh ke kamar hotel. Selain itu, karena pohon beringin semakin tinggi, ditakutkan disambar petir.

Ditambahkan Dewa Mahendra, pada postingan tersebut banyak komentar akun Aridus Jiro yang memojokkan institusi pemerintah dan gubernur Bali, “Walau pada postingan tidak menyebutkan Jayasabha dan Gubernur Bali, namun bisa dipastikan yang dimaksud sudah pasti Jaya Sabha dan petinggi itu adalah Gubernur Bali.”

Disinggung sudah dihapusnya postingan itu oleh pemilik akun Aridua Jiro, Dewa Mahendra menyebut sejumlah netizen sudah membuat copy-annya, “Jadi itu tidak masalah, yang penting sekarang pihak kami menunggu keberanian yang bersangkutan mengakui sudah menyebarkan berita bohong, menyebarkan kebencian terhadap pemimpin Bali. Karena faktanya jauh berbeda dengan apa yang dia ungkap,” jelas Dewa Mahendra di Jayasabha di sela-sela rangkaian upacara Piodalan Pura Penataran Agung Kerta Sabha di Jayasabha.

“Sekarang biarlah netizen tahu siapa yang berbohong. Dan apakah seseorang pemilik akun Aridus Jiro berani mengaku bahwa yang sedang dia tuju lewat pernyataannya adalah Gubernur Bali. Mari kita tunggu. (SB-su)

Comments

comments