Matsya Awatara, Perwujudan Wisnu Pertama Penyelamat Keturunan Manusia Pertama

1279
Ilustrasi.

SULUH BALI, Denpasar – Dewa Wisnu sebagai Dewa pemelihara (stiti) memiliki tugas untuk turun ke dunia menumpas kebatilan dengan mengambil wujud sebagai awatara yang ditentukan sesuai dengan jaman masing-masing.

Kisah Matsya Awatara dirangkum berdasarkan kisah yang termuat dalam Matsya Purana, dimana Manu (keturunan manusia pertama) menunggu kehadiran Tuhan saat dunia terancaman diambang kehancuran.

Adapun kisahnya, diceritakan pada jaman Satya Yuga (kertayuga) yang merupakan awal dari permulaan empat yuga hiduplah seorang raja bernama Maharaja Satyabrata (lebih dikenal sebagai Maharaja Waiwaswata Manu) sebagai keturunan Swayambhu manu generasi manusia pertama di dunia. Waiwaswata Manu merupakan keturunan dari Dewa Matahari.

Suatu ketika, pergilah sang Maharaja menuju sebuah hutan untuk melakukan pertapaan permohonan keselamatan dunia dari ancaman kehancuran. Tiba saat melakukan pemujaan kepada leluhur dengan mencelupkan air di sebuah kolam. Ketika diangkat dalam cakupan tangannya berlindung seekor ikan kecil.

Tanpa berkeinginan untuk membunuh, sang raja kemudian menaruh ikan itu ke dalam sebuah tempayan (kamandal). Dipeliharalah ikan itu oleh sang Maharaja dan beberapa waktu terus dirawatnya.

Namun anehnya, hanya baru sehari ditaruh di tempayan, ikan itu sudah tumbuh besar dengan jari-jari yang panjang. Tempat semula tak cukup karena terlalu penuh, dipindahkanlah ikan itu ke dalam sebuah guci besar.

Sehari kemudian ikan yang itu kembali bertambah besar sehingga dipindahkannya ikan ke dalam sebuah sumur. Dalam waktu sekejap bahkan sumur pun tak cukup besar untuk menampung badannya sehingga ikan kembali dipindahkan ke kolam.

Sekejap pula kolam yang menjadi tempat ikan kepenuhan oleh badan ikan sehingga dipindahkan lagi menuju sungai Gangga. Bahkan besarnya sungai Gangga juga tidak dapat menampung besarnya ikan sehingga kembali dipindahkan menuju ke lautan dan seketika juga membuat penuh seisi lautan.

Dari keanehan-keanehan itu muncul kebingungan Maharaja dan bertanya kepada sang ikan tentang asal-usulnya. Atas pertanyaan Maharaja berkatalah sang ikan yang menyebutkan asal-usul sesungguhnya adalah penjelamaan Dewa Wisnu.

Dijelaskan pula bahwa penjelamaannya mengambil wujud ikan raksasa atau bernama Matsya Awatara bertujuan untuk menjelamatkan tenggelamnya dunia dari air bah besar. Matsya perwujudan Dewa Wisnu akan menjadi perahu besar yang menyelamatkan seisi dunia yang tenggelam dengan mengikatkan pada badan besarnya sehingga seisi dunia bisa terselamatkan.

Turunya Dewa Wisnu berwujud ikan raksasa (matsya awatara) ahirnya mampu menyelamatkan Maharaja beserta seluruh keturunan Manu (manusia pertama) atas ancaman air bah besar yang menenggelamkan dunia.(SB-Skb)

Comments

comments