Masuk DPO | Polisi Ancam “Wakil Ketua DPRD Bali” Tembak Di Tempat

452
Kapolresta Denpasar Hadi

SULUH BALI, DENPASAR – Jajaran Sat Resnarkoba Polresta Denpasar dibantu Direktorat Narkoba dan Tim CTOC Polda Bali akan melakukan pengejaran terhadap 3 orang buronan yang sudah masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Bali, Jro Gede Komang Swastika (JGKS) yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bali dan istrinya Dewi Ratna, dan Wayan Suandana alias Wayan Kembar.

Kapolresta Denpasar, Kombes Hadi Purnomo menjelaskan penetapan status DPO terhadap 3 orang tersebut setelah mereka melarikan diri saat Polresta Denpasar melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah mewah milik Jro Gede Komang Swastika di Jalan Pulau Batanta No 70 Banjar Seblanga, Denpasar Barat pada Jumat (3/11/2017) sekitar pukul 24. 00 Wita.

“Bapak Kapolda (Bali) sudah memerintah untuk melakukan pengejaran terhadap 3 orang pelaku yang kabur. Kita bentuk tim khusus untuk mengejar DPO ini,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di Denpasar pada, Senin (6/11/2017).

Menurutnya, selain mengeluarkan status DPO, Polresta Denpasar juga telah melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi untuk melakukan pencekalan terhadap DPO ini. “Kita sudah melakukan pencekalan kerjasama dengan imigrasi karena dari informasi,mereka bertiga ini sering ke luar negeri,” ujarnya.

Hadi menjelaskan bahwa dalam pelariannya, pelaku anggota Dewan ini membawa senjata. Hal ini akan membahayakan orang lain. Karena itu, kata dia, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R Golose memerintahkan kepada anggotanya untuk tidak segan-segan menembaki pelaku jika melakukan perlawanan.

“Jika ada perlawanan maka polisi akan memberikan tindakan keras, ya tembak di tempat” ujarnya.

Menariknya, meskipun anggota Dewan inj belum ditangkap dan diperiksa, namun, Polresta Denpasar sudah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana narkoba. Alasannya yakni, polisi telah memiliki 2 alat bukti sah yang cukup. “Kitakan sudah mengantongi 2 alat bukti yang sah dan bahkan lebih yakni, ada senjata yang masih aktif, senjata tajam, narkoba, dan keterangan ahli dari labfor yang kita cek. Dan senjata ini kita temukan dalam kamar pelaku,” ujarnya.

Kapolresta Denpasar menyebutkan jika pelaku merupakan bandar narkoba besar di Bali. Karena siapa pun yang ingin membeli narkoba maka mereka harus datang ke kamar pelaku. “Kamar itu tidak boleh ada orang yang masuk kecuali pelaku sendiri. Istri dan anaknya pun ga boleh,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan Polresta Denpasar ditemukan jika rumah pelaku dilengkapi dengan CCTV yang dipasang di setiap sisi dan pojok rumah. “Pelaku memantau CCTV dari kamarnya sendiri. Makanya pas anggota kita gerebek pelaku lihat di CCTV dan kabur dengan menggantung lewat tali.” (SB-Rio) 

 

Comments

comments