Margriet Tolak Sebagai Pembunuh | Hotma: Bawa Langsung ke Pengadilan

191

Hotma Sitompul bersama wartawan di Polda Bali (foto Ijo)

SULUH BALI, Denpasar – Pengacara kondang Hotma Sitompul, yang mendampingi tersangka pembunuhan anak angkatnya, Margriet Megawe menyampaikan bahwa kliennya menolak menjalani pemeriksaan atas sangkaan sebagai pembunuh Engeline. Hal ini disampaikan, Senin (29/6/2015) di Polda Bali.

“Ibu Margriet cukup tegar. Dia tidak berbuat seperti yang disangkakan. Tadi rencananya mau di BAP sebagai tersangka kasus pembunuhan. Tersangka tidak bersedia dan kami juga tidak setuju dia untuk diperiksa,” jelas Hotma sambil menambahkan, untuk apa kliennya diperiksa, “Tanyakan itu pada Kapolda.”

Menurut Hotma, kasus pembunuhan itu ditangani oleh Polresta Denpasar, dibawah kendali Polda Bali, “Jadi kalau ada kesalahan jangan disalahkan Polresta.”

Hotma menegaskan, bahwa kata Kapolda Inspektur Jenderal Ronny Sompie sudah memiliki 3 bukti, “Ya majukan saja ke Kejaksaan dan lalu ke Pengadilan. Kita tunggu. Nanti kita uji di persidangan.” Menurut Hotma, pengacara yang berbasis di ibukota ini, kalau polisi sudah sudah yakin, tidak perlu lagi diperiksa-periksa.

Soal pendapatnya ada tekanan publik atas penetapan Margriet sebagai tersangka pembunuhan berencana, Hotma menjelaskan bahwa selama ini sudah banyak ada alat canggih untuk penyidikan, namum dikatakan belum ada bukti permulaan. “Namun kenapa tiba tiba klien saya jadi tersangka pembunuhan, padahal barang bukti belum cukup. Ini terlihat bahwa klien saya jadi target, apalagi ketika Kapolda mengatakan akan ada tersangka baru, namun bukti-bukti permulaan tidak pernah ada.”

Intervensi

Terkait hal itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Hery Wiyanto membantah hal tersebut karena proses penyidikan tidak ada yang bisa melakukan intervensi.

“Kalau penyidikan itu tidak ada yang bisa memengaruhi dan mengintervensi karena kami memiliki dampak hukum apabila penyidikan dilakukan adanya intervensi atau pengaruh orang lain,” ucapnya.

Penyidik, kata dia, memerlukan proses dan kehati-hatian di dalam mengumpulkan bukti untuk menguatkan status tersangka itu selama hampir 18 hari sejak jasad bocah malang itu ditemukan terkubur di halaman belakang kediaman Margriet di Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar pada Rabu (10/6). (SB–Ijo/ant)

Comments

comments

Comments are closed.