“Mangu Puspa Kencana” Bawakan Pesan Pendidikan Lewat Taman Penasar

96

SULUH BALI, Denpasar – Sekaa Taman Penasar Mangu Puspa Kencana Desa Munggu, Kecamatan Mengwi Duta  Kabupaten Badung bawakan pesan Pendidikan  lewat sebuah gending ,  dilantunkan dengan indah dalam sebuah pertunjukan Taman penasar yang digelar di Kalangan Ratna Kanda dengan judul Melajah Sambil Megending.

Berkisah tentang sebuah prahara kecil yang dialami oleh Pan Lanying terhadap kecurigaannya kepada Ni Putu Putri atas kematian hewan peliharaannya.

Karena kecurigaannya itu kemudian Pan lanying menghampiri istrinya yang kebetulan saat itu diajak ke Banjar oleh Ni Putu Putri yang padahal kenyataanya istrinya itu melakukan hal positif.

Karena kesalahpahaman itulah kemudian terjadi konflik yang membuat Pan lanying melontarkan kata-kata kasar sembari menarik tangan Men Lanying untuk dipaksa diajak pulang.

Ahirnya berkat Jero Klian Pesantian dengan tutur agama mampu membuat sadar Pan lanying yang sedang dalam keadaan emosi itu.

Diawali dengan melantunkan pupuh dangdang sebagai pembuka dilanjutkan dengan pupuh sinom, pupuh ginada, pupuh magatruh, pupuh durma dan diahiri dengan lantunan pupuh mijil.

Adapun pesan sosial yang ingin disampaikan oleh Sekaa Taman Penasar dibawah pimpinan I Made Balik Sanjaya ini adalah belajar tidak mengenal usia, pendidikan dilakukan sepanjang hidup sesuai dengan istilah  Long Life Education.

Pertunjukan yang dibawakan dengan lantunan suara merdu dan diiringi oleh alunan gambelan khas geguntangan ini mampu membuat penonton berkesima dan tentunya juga  dapat memetik pesan pendidikan yang disampaikan lewat alunan sebuah gending pupuh  bercerita tersebut. (SB-Su)

Comments

comments