Mangku Pastika : Menanam Pohon Berarti Bayar Hutang Kepada Alam

1126
Gubernur Mangku Pastika sedang menaman pohon bakau (foto humas.Bali)

SULUH BALI, Denpasar – Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika mengatakan bahwa dengan menanam pohon secara langsung telah membayar hutang kepada alam.

“Hutang itu ada tiga, yaitu hutang kepada Tuhan, hutang kepada leluhur dan hutang kepada alam. Hari ini kita bayar hutang dengan menanam pohon,” katanya saat ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon mangrove, serangkaian hari jadi Forum Relawan Bali Mandara (Forbara) ke-6 di Serangan, Denpasar, Minggu (18/10/2015).

Pastika menjelaskan dalam ajaran Hindu munculnya hutang disebabkan oleh adanya karmaphala, sehingga mengharuskan setiap orang untuk membayar baik kepada Tuhan, kepada leluhur serta kepada alam.

“Kita lahir sebagai agama Hindu, kita punya hutang dan piutang yang namanya karmaphala oleh karena itu kita bayar hutang,” jelasnya.

Salah satu bentuk membayar hutang dalam lingkup kecil kepada alam adalah dengan menanam pohon. Selain untuk membayar hutang kepada alam, menanam pohon juga dapat memberikan manfaat besar kepada kehidupan manusia salah satunya dengan banyaknya keberadaan pohon maka akan dapat menghasilkan kualitas oksigen yang baik bagi kesehatan. “Dengan menanam pohon sirkulasi akan bagus, kita kaya akan oksigen dan kita akan sehat,” terang Pastika.

Mengingat kehidupan manusia memiliki hutang sejak kelahirannya, Pastika berharap semua orang harus menyadari hal itu. Setelah semua orang memiliki kesadaran tentang tiga hutang, maka kemudian dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik untuk menghasilkan piutang.

“Saya harap ini kita pahami semua, sebagai manusia, krama serta warga negara banyak hutang kita, dan tentu kita juga punya piutang dengan. melakukan kebaikan,” harapnya. (SB-su)

Comments

comments