Mangku Pastika Beri Bantuan Kepada Beberapa Warga di Bangli dan Gianyar

97

SULUH BALI, Bangli – Gubernur Bali  Made Mangku Pastika mengirim bantuan semantara  melalui tim dari Biro humas Setda Provinsi Bali bagi pasangan suami istri Sang Made Ariawan ( 34 th ) dan Jro Nyoman Widiani ( 33 th )  yang tinggal di br. Tegalalang, kelurahan Kawan, kecamatan Bangli yang hidup dengan kekurangan dan tinggal di rumah yang tidak layak huni, Selasa (10/5)..

Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari harinya, pasangan yang sudah menikah 4 tahun ini, berprofesi sebagai penyakap sawah, sedangkan untuk menunjang kebutuhan pokoknya, istrinya menyambi sebagai penjual canang yang penghasilannya berkisar 15-20 ribu rupiah perhari. Selain bantuan yang diserahkan hari ini, tim juga akan menindaklanjuti kondisi sang made ariawan dan keluarga yang membutuhkan tempat tinggal layak dengan berkoordinasi dengan SKPD  terkait sehingga bisa segera menerima bantuan bedah rumah. Sementara itu  Sekretaris kelurahan setempat I Dewa Putu Apryanta yang menda,mpingi tim  mengatakan akan membantu pengurusan secara administrasi. Sehingga warganya segera mendapat bantuan, mengingat kondisi  mereka memang memprihatinkan.

Tidak saja Gubernur Pastika , Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta pada kesempatan yang sama juga menyantuni 5 warga yang sedang mengalami gangguan kesehatan di Desa Bona, Blahbatuh Gianyar. Mereka adalah Ketut Kertia ( 71 th ) yang mengalami lumpuh layu, yang saat ini hanya mengandalkan penghasilan dari maburuh bungkus tumpeng yang rata rata pendapatannya hanya Rp 15.000 perhari. Wayan Sasih ( 50 th )  penderita epilepsi yang kehidupannya ditopang oleh saudara laki lakinya yang hanya berprofesi sebagai juru parkir. Sang ayu Kopang Kosi ( 70 th ) yang menderita lumpuh, Ida Bagus Nyoman Raka ( 77 th ) pensiunan guru yang saat ini juga mengalami lumpuh dan dirawat oleh putranya dan Nyoman Gesang ( 39 th ) penderita gangguan jiwa yang saat ini dirawat dirumahnya lantaran tidak memiliki biaya untuk berobat secara intensif. Keberadaan nyoman gesang juga di anggap sangat mengkhawatirkan warga sekitar karena kebiasaannya keluar malam hari dan meminta makanan pada tetangga. Kelima warga tersebut menerima bantuan berupa uang tunai dan beras. (SB-humprov)

Comments

comments