Manfaat Bio Urine Dari Simantri

979

Pastika saat berkunjung ke salah satu simantri di Singaraja

SULUHBALI.CO, Singaraja – BIo urine dari simantri selain bisa dimanfaatkan sebagai pestisida alami untuk berbagai jenis tanaman, bisa befungsi mengatasi permasalahan jamur akar putih yang banyak menyerang tanaman cengkeh di wilayah Kec. Busung Biu,  dan Wilayah Kec Banjar di Kabupaten Buleleng. Demikian disampaikan Made Mangku Pastika, saat meninjau sejumlah unit Simantri di Kabupaten Buleleng , Selasa (14/1).    Sementara itu pendamping Simantri 018 di Desa Subuk, Kecamatan Bususng Biu yang juga petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan).

Disbun Prov Bali ketut Bagiasa menyampaikan untuk mengatasi jamur akar putih yang menulari hampir seluruh tanaman cenkeh di Kec. Busungbiu pihaknya telah melakukan percobaan dengan memakai Pupuk dari simantri ini. Tanaman secara terus menerus di kasi pupuk ini dan dalam 3 bulan jamur ini berkurang sebesar 20 Persen. Untuk satu pohon cenkeh memerlukan 40 kg pupuk simantri.  Pihaknya telah melakukan demplot untuk mencoba  pupuk ini yaitu di desa unggahan tanaman cengkeh seluas 1 ha ,di desa  kedis   1 ha dan  desa gobleg kec banjar 1 hektar. “sehingga kedepan diperlukan perlu lebih banyak lagi untuk mengatasi hama ini,” demikian tambahnya.

Simantri nomor 018 yang berdiri sejak tahun 2011dikelola oleh Gapoktan  Batur sari jagadita yang diketuai oleh  Ketut Sridana  ini telah menghasilkan bio Urine, pupuk organik, 24 ekor anak sapi dan budidaya peternakan lele. Sridana beharap kedepan perlu tambahan bibit sapi dan  Alat Pengolah Pupuk Organik (appo) agar produksi pupuk organik semakin meningkat.

Pastika juga mengimbau agar bio as yang dihasilkan dari unit Simantri dimanfaatkan dengan optimal, terutama bagi pengembangan usaha bagi istri para petani . Menurutnya para istri petani bisa yang  membentuk kelompok Wanita  Tani (KWT) dengan membuka usaha pembuatan dan penjualan makanan .

” Gas elpiji kan sekarang lagi mahal, harusnya bio gas ini betul-betul dimanfaatkan sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian petani ,”urainya.

Menurut Gubernur pemanfaatan bio gas tersebut secara optimal bisa membantu usaha  warung- warung lele hasil peternakan simantri . Sementara di lokasi simantri 002, Desa Tekaga , Kecamatan Banjar, Gubernur Pastika mendapati program Simantri sudah terjaga dengan baik . Menurut penuturan ketua Gapoktan Amerta buana asih Gede kariana produksi pupuk simantri semakin meningkat.

Dengan 2 appo   telah   menghasilkan 470 ton pupuk organik tahun 2013. ” Sebagian telah dipasarkan sampai ke Kab. Bangli dan sebagian untuk keperluan disekitar untuk konsumsi kec. Busungbiu,” imbuhnya. Kariana mengatakan dengan hasil yang cukup banyak ini pihaknya mampu mempekerjakan 10 orang Kepala Keluarga yang masuk dalam kategori Ruah Tangga Miskin  (RTM)  dengan rata-rata  penghasilan  50 ribu rupiah setiap harinya. Hadir pada kesempatan tersebut Kadistan IB Wisnuwardana, Kepala BPMPD I Ketut Lihadnyana, Kadis Peternakan Sumantra, Karo Humas I Ketut Teneng dan SKPD terkait lainnya. (SB-hum)

Comments

comments

Comments are closed.