MAMA PAPUA | Perempuan Papua Dalam Gambar

118
Sonny Wanda.

SULUH BALI, Denpasar – Papua bukan hanya sekedar lanskap pulau yang indah, bukan pula cuma sekadar pulau yang mempunyai potensi tambang yang besar. Lebih dari itu, Papua hadir mengalir dengan entitas yang berbeda di mata seorang Photographer. Sonny Wanda, seorang photographer yang sekaligus menjabat sebagai direktur YPPM (Yayasan Persekutuan Pelayanan Masirey) ini telah berhasil menangkap fenomena kontras dari sisi yang berbeda mengenai perempuan Papua. Melalui foto-fotonya, Sonny Wanda mencoba merekam aktivitas perempuan Papua yang secara horizontal, dalam hubungan sosialnya, masih sangat terlihat perbedaan strata yang dipengaruhi oleh budaya setempat.

Menangkap fenomena berbeda dari perempuan-perempuan Papua memang sangat menarik, setidaknya itulah yang tertuang dalam bincang-bincang Lingkara Photocoffee yang diadakan oleh Lingkara Photography Community yang bertajuk MAMA PAPUA: Perempuan Papua Dalam Gambar, yang telah sukses digelar pada hari Minggu, 05 Maret 2017 kemarin.

Lewat obrolan santai ini, Sonny Wanda, lelaki asli Papua ini menceritakan bagaimana pengalaman-pengalaman yang ia hadapi langsung saat pengambilan gambar dalam foto-foto ini. Tidak cukup sampai di situ, ia juga menceritakan secara garis besar bagaimana cara adat bekerja memandang perempuan Papua. Memang isu perempuan papua menjadi begitu kuat akhir-akhir ini.

Perempuan Papua didefinisikan dengan banyak karakteristik. Di dalam adat setempat memang biasanya perempuan Papua tidak memiliki hak untuk bicara, tetapi di sisi lain, perempuan Papua saat ini berperan sangat aktif, dan mampu memberi kontribusi bagi papua dalam bidangnya masing-masing, termasuk juga di bidang legislative yang saat ini kedudukan perempuan Papua seimbang dalam memegang kursi legislative tersebut. Pemandangan-pemandangan kontras inilah yang menyeruak dari foto-foto karya Soni Wanda tersebut.

MAMA PAPUA: Perempuan Papua Dalam Gambar telah berhasil mencuri hati peserta diskusi yang datang malam itu untuk mengetahui lebih dalam mengenai adat Papua. Mama (baca: Perempuan) yang berarti tanah dalam Bahasa Papua ini, memang sangat-sangat memikat untuk dibahas. Mereka bukan hanya perempuan Papua dalam pagar yang hanya sanggup  berkecimpung dengan urusan dapur, Kasur, dan sumur saja. Tetapi lebih daripada itu, mereka adalah sosok pribadi yang tangguh, bahkan di dalam ketangguhannya mereka mampu mencelikkan mata lensa. (SB-*)

Comments

comments