Malu Dong Festival | “Segara-Gunung Bersih, Bali Bersih”

112
Komang Bmo (baju merah) sedang menjelaskan gagasan tentang "Malu Dong Festival" (foto cas)

SULUH BALI, Denpasar — Malu Dong festival 2017 akan berlangsung pada tanggal 22-23 April 2017, berlokasi di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Malu Dong Festival 2017 ini mengusung tema “Segara-Gunung Bersih, Bali Bersih”.

Malu Dong Festival dimaksudkan sebagai ajang edukasi untuk mengurai permasalah sampah di Bali. Selain itu, kegiatan ini adalah ruang bersatunya beragam komunitas dari berbagai latar belakang dengan publik luas, demi pengentasan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan yang terjadi dewasa ini disekeliling kita.

“Malu Dong Festival adalah keniscayaan akan visi misi bersama tentang mutlaknya kesucian alam Bali secara sekala dan niskala. Peluasan pengaruh dan jejaringan Malu Dong Community (MDC) disampaikan secara ‘sundram’ yaitu bahasa estetika dan keindahan, merangkul semua pihak agar selalu teguh ‘satyam’ dan penuh inovasi ‘siwam’ demi Bali yang tak terkontaminasi pemikiran sempit bahwa kita hanyalah penonton di rumah sendiri,” jelas Penggagas kegiatan Malu Dong, Komang Bmo, Senin (17/4/2017).

Festival yang terbuka untuk umum dan dimeriahkan oleh berbagai acara yang digelar dalam rangkaian memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, dan merayakan ulang tahun pertama Malu Dong Community (MDC) sehari setelahnya 23 April.

Acara ini dikelola secara independen, melibatkan partisapan dari banyak komunitas penggiat lingkungan, sekaa truna-truni, musisi, pelaku seni dan komunitas kreatif seperti Antida Music, NK13, Keduxgarage dan PICA.

Malu Dong Festival akan diramaikan dengan berbagai pelatihan yang berkenan dengan pengolahan sampah, pemutaran film dokumenter tentang lingkungan, diskusi, melukis mural, pameran fotografi dan pementasan berbagai atraksi kesenian termasuk band-band populer saat ini seperti Jangar, Lily of the valley, Rollfast, Netterjack, Zat Kimia, Navicula, dan lain-lain.

Festival ini adalah sebuah show ‘pagelaran’ dalam sebuah kesatuan tata panggung dan cahaya dalam balutan scenography yang khas. Parade film pendek, poster dan lampion terkait kepedulian alam-lingkungan juga memeriahkan festival ini selama dua hari.

Ratusan sukarelawan dan pendukung acara dengan riang dan tak kenal lelah mengatur dan mengelola acara ini sejak enam bulan yang lalu. Festival ini adalah bukti kesadaran dan bersatu-padunya generasi muda dengan spirit ketulusan ngayah yang kental. (sb-cas)

 

Comments

comments