Maling Motor di 6 TKP Ditembak Polisi

254

SULUHBALI, Tabanan –  Berakhir sudah petualang nakal Fatur Rahman  (24) alias O’ong setelah Satuan Reskrim Polres Tabanan memberikan hadia timah panas saat berusaha kabur ketika ditangka petugas.

Pemuda yang beralamat di Banjar Dinas Celukan Bawang, Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng tersebut nekat mencuri dua buah sepeda motor didua lokasi berbeda dan waktu yang berbeda. Menurut salah seorang sumber di lingkungan Mapolres Tabanan, pada tanggal 20 September 2015 tersangka nekat membawa kabur sepeda motor Honda Scoopy berwarna putih dengan nomor polisi DK 4871 IX milik korban I Wayan Sadra di Banjar Candikuning, Baturiti, Tabanan. “Modusnya tersangka berpura-pura bertanya alamat kepada korban, tetapi tersangka malah menuju garase dan mencuri sepeda motor korban yang terparkir dengan kunci masih nyantol,” terang sumber dilingkungan polres tabanan yang enggan namanya ditulis.

Aksi nekat tersangka kembali berlanjut di Banjar Kembang Merta, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, pada tanggal 6 Oktober 2015, dengan membawa kabur sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DK 8483 GN milik korban I Dewa Nyoman Adi Sidan yang tengah dititipkan di Bengkel Riawan milik I Wayan Cumaning, dengan modus yang sama yakni mencuri sepeda motor yang kuncinya masih nyantol. “Dan menurut keterangan kedua korban sepeda motor yang dicuri itu semua dikendarai kearah jurusan Singaraja,” lanjutnya.

Mendapat laporan adanya aksi kejahatan tersebut, jajaran Sat Reskrim Polres Tabanan tak mau tinggal diam dan langsung membentuk Satgas untuk mengungkap pelaku Curanmor yang meresahkan warga tersebut. Hingga akhirnya identitas pelaku diketahui.

Kapolres Tabanan, AKBP Putu Putera Sadana pada, Rabu (11/11/2015) pada saat press rilis menyampaikan bahwa  tersangka berhasil diringkus di wilayah Sumber Kelampok, Buleleng, Minggu (8/11), namun karena melakukan perlawanan, tersangka kemudian dihadiahi timah panas oleh petugas. “Karena melakukan perlawan, terpaksa kita tembak kaki kiri tersangka,” ungkapnya.

AKBP Sadana menambahkan, setelah diinterogasi ternyata tersangka yang juga seorang residivis kasus Penganiayaan ini sudah melancarkan aksinya sebanyak 6 kali di 6 TKP berbeda, dimana dua diantaranya dilakukan di wilayah Baturiti, Tabanan. “Tersangka telah melakukan aksi Curanmor sebanyak enam kali, dua diwilayah Baturit, Tabanan, dua TKP di wilayah Ubung, Denpasar, dan dua lagi di wilayah Badung, yakni di Kuta dan di Mengwi. Dan menggunakan modus yang sama yakni menyasar korban yang lalai dengan meninggalkan kunci kendaraannya nyantol,” terangnya.

Dari tangan tersangka petugas juga mengamankan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor yang disimpan di rumahnya, yakni satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna putih dengan nomor polisi DK 8483 GN, satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna hitam dengan nomor polisi DK 5720 UE, dan satu unit sepeda motor Honda Vario berwarna hitam bernomor polisi DK 3202 EB. Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (SB-Rio)

Comments

comments