Malam Minggu, Penyanyi Pop Bali dari Masa Ke Masa Konser Gratis di Art Centre

762

Sebagian pendukung acara foto bersama saat jumpa pers (foto humas Pramusti).

SULUHBALI.CO, DENPASAR – Perhimpunan persatuan artis penyanyi, musisi, pencipta lagu dan insan seni (Pramusti) Bali kembali menampilkan pertunjukan khusus, satu pergelaran musik kolosal. Tidak hanya didukung puluhan musisi dan penyanyi pop Bali, pertunjukan juga tanpa disengaja akhirnya menjadi konser nostalgia, sekaligus konser reuni yang mempertemukan penyanyi pop Bali lintas generasi, dari era 80-an, hingga masa kini.

Pentas yang diberi judul Gita Harmoni Lagu Pop Bali dari Masa ke Masa, akan digelar Sabtu/Malam Minggu (9/8/2014) di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar. Menampilkan penyanyi pilihan yang mewakili zamannya, konser kolosal ini digelar secara cuma-cuma, gratis atau tidak dipungut biaya tiket tanda masuk.

Ketua Pramusti Bali, IGN Murtana atau biasa disapa Rahman saat jumpa pers di Krisna Gallery, Kamis (7/8/2014) menjelaskan, konser kolosal kali ini merupakan rangkaian dari acara peragaan dan pertunjukan seni “Bali Mandara Mahalango” yang digagas Pemprov Bali. Mengingat materi yang akan ditampilkan, Rahman optimis pertunjukan akan menyedot minat banyak penikmat musik pop Bali. Pasalnya, puluhan penyanyi dan musisi yang mendukung acara, memiliki penggemar fanatik sendiri-sendiri.

Yang menjadikan Gita Harmoni Lagu Pop Bali dari Masa Ke Masa sebagai pertunjukan istimewa, karena menampilkan beragam genre musik, mulai dari lagu pop Bali yang melejit di era 70-an, yang mengangkat nama band Putra Dewata pimpinan AA Made Cakra. “Meskipun penyanyi dan musisi aslinya sudah tiada, karyanya tetap akan ditampilkan, nanti akan dibawakan penyanyi lain. Misalnya saja lagu Kusir Dokar yang akan dibawakan Trio Thakur, dan lagu Bungan Sandat yang dinyanyikan oleh sesepuh Pramusti Bali,” ujarRahman.

Dijelaskan, bukanlah hal yang mudah merangkum semua penyanyi pop Bali yang pernah angkat nama dan menjadi penanda zamannya, karena terkendala jadwal kegiatan masing-masing. Namun demikian pihaknya berusaha menghadirkan setidaknya tiap zaman atau tiap era ada penyanyi aslinya yang tampil. Sebut misalnya untuk penyanyi era 80-an akan tampil Tut Bimbo, Nonok (yang juga dikenal sebagai ayah kandung penyanyi Tiari, atau ayah mertua Lolot), Yan Bero, juga De Pengkung. Khusus untuk lagu hits “KidungKasmaran” yang dipopulerkan Okid Kres (alm.) akan dibawakan kembali oleh Eka “Badeng” yang berkolaborasi dengan 3G.

Mewakili era 90-an hingga memasuki awal 2000-an akan tampil akan menampilkan nama-nama tenar seperti Widi Widiana, Panji Kuning, Eka Jaya, Ayu Saraswati, Mang Cucun, Yan Se, De Alot, De Antoni, Bayu KW, Agung Wirasuta, Ray Peni, dan Mang Senior. Sementara satu dekade terakhir yang disemarakkan oleh band pengusung lagu pop Bali, akan diwakili grup band Lolot n’ Band, XXX, Bintang, Nanoe Biroe, dan KIS.

Selain itu juga akan tampil penyanyi anak-anak dari Sanggar Eka Mahardika Putra, yang akan membawakan lagu Bali anak-anakseperti “RatuAnom”, “GoakMaling”, dan tentu saja “AmbuPutih” yang tercatat sebagai lagu pop Bali anak-anak yang sempat booming di awal 2000-an. Memeriahkan acara turut tampil lawakan dari Pekak Botak, Sengap, dan Sampik.

TentangPramusti
Pramusti Bali dibentuk 2004 oleh sejumlah penyanyi dan pegiat musik pop Bali sebagai wujud kebersamaan sekaligus kepedulian akan perlunya wadah bagi musisi pop Bali untuk berhimpun. Dalam perjalanannya, Pramusti Bali tidak hanya terlibat dalam acara pementasan musik bersama, namun beberapa kali juga menggelar aksi sosial peduli sesama bagi korban bencana yang terjadi di berbagai daerah di tanah air. Sejak 2011, Pramusti Bali rutin mendapat kesempatan mengisi acara Pesta Kesenian Bali dengan pertunjukan khusus. Kedepan, Pramusti Bali diharapkan makin berkembang sebagai wadah pesaudaraan, kebersamaan, suka dan duka. (humas Pramusti)

 

Comments

comments

Comments are closed.