Makna “Karang Awak” PKB ke-38, Estetika Pemuliaan Tanah Kelahiran

SULUH BALI, Denpasar – Pesta Kesenian Bali ke-XXXVIII akan mengangakat tema pokok Karang Awak sebagai pemuliaan tanah kelahiran.

“Makna karang awak pada PKB tahun ini adalah proses estetik dari karang awak menuju pada tanah kelahiran,” terang Prof. Nyoman Suarka, M.Hum, Ketua Tim Tema PKB 2016.

Karang awak sebagai bagian dari mencintai tanah kelahiran, merupakan bagian dari penjabaran tema payung pasuk wetuning bhuwana yang artinya menjaga sinergitas dan keseimbangan semesta.

Pemaknaan keseimbangan alam akan diwujudkan pada PKB yang akan dilaksanakan lima tahun kedepan mengambil tema panca maha bhuta dan diawali dengan tanah atau pertiwi.

“Kita mengambil panca maha bhuta sebagai jiwa agama Hindu, Pertiwi, apah, teja, bayu, akasa setiap tahun akan menjadi tema PKBKita tahun 2016 memulai dengan pertiwi atau tanah ,” terangnya.

Menurut Prof. Suarka dari konsep tanah ini yang kemudian memunculkan istilah karang awak. Tanah atau pertiwi diartikan sebagai ibu artinya yang utama seperti ibu kota, ibu jari, kemudian ibu adalah sumber asal, dan ibu yang mengasih

Lebih tinggi lagi, konsep ibu pertiwi kemudian ditingkatkan konteksnya ibu berarti shakti yakni sebagai kekuatan untuk menciptakan. (SB-Skb)

Comments

comments