Mangku Pastika saat di KPU Bali bersama para relawan. (foto-rk)

SULUH BALI, Denpasar – Mangku Pastika ungkapkan, cita-cita besar, visi besar untuk mewujudkan Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera atau Bali Mandara, ke depannya akan menghadapi berbagai tantangan.

“Untuk mewujudkan visi tersebut harus secara konsisten kita kawal. Mudah-mudahan ke depan, baik dalam kancah nasional maupun dalam kancah global, karena sekarang ini sudah jaman globalisasi, kita tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus juga mempunyai hubungan-hubungan baik di tingkat nasional maupun internasional agar Bali ini tetap eksis. Tetap bisa dipertahankan adat, budaya, agama dan alam kita. Dan itu yang akan kita perjuangkan ke depan,” ungkap Made Mangku Pastika kepada awak media usai melakakukan pendaftaran sebagai Calon Anggota DPD RI di kantor KPU Provinsi Bali, Selasa sore (10/7).

Ketika ditanya tentang kewenangan Anggota DPD yang terbatas dibandingkan kewenangan yang dimiliki anggota DPR RI dalam memperjuangkan Bali, dia jelaskan, bahwa hal itu tergantung kualitas orangnya, punya network atau jaringan, baik nasional maupun global yang dimiliki oleh wakil Bali yang duduk di DPD maupun DPR RI.

“Tergantung kualitas orangnya. Network atau jaringan yang dimiliki harus kuat, baik di tingkat nasional maupun global. Itu sangat menentukan. Kita itu cuma 4 orang di DPD RI. Tetapi saya tahu bahwa kewenangan-kewenangan DPD itu ditambah sesuai UU MD3. Termasuk memverifikasi Ranperda dan Perda, dan kewenangan itu saya kira wajar. Bagaimana kalau mewakili suatu daerah tetapi tidak tahu kondisi daerahnya? Bagimana mau bicara di luar kalau tidak tahu kondisi di dalam ? Karena Bali ini bukan saja sebagai destinasi internasional bukan pariwisata saja, tetapi juga menyangkut hal-hal yang lainnya. Termasuk UU Tentang Provinsi Bali itu. Bagaimana kemampuan kita untuk menghimpun kekuatan yang ada di tingkat nasional itu. Makanya network, jaringan dan kemampuan untuk mengkoordinasikan itu harus ada. ” ungkap Pastika.

Menurutnya Di DPR RI, perjuangan di Baleg atau Badan Legislatif DPR RI itu tidak mudah untuk menembusnya. Untuk itulah diperlukan wakil Bali yang duduk disana, punya kemampuan jaringan, dan kemampuan untuk mengkoordinasikan dengan berbagai tokoh dan antar wakil Bali di sana. Apalagi menurutnya, 9 orang wakil Bali dari 500-an anggota DPR RI itu yang beda-beda kepentingannya. Sehingga diperlukan orang yang memiliki kemampuan untuk mengkoordinasikan, mempersatukan demi kepentingan Bali.

Dengan mengusung tagline “Mengawal Bali Mandara”, dia mengajak dan mengharapkan para senior, para pendukung, teman-teman, semuanya bersatu dan bersungguh-sungguh bersama-sama untuk mengawal visi Bali Mandara itu. (SB-Rk)

Comments

comments