Cagub-Cawagub Koster-ACE Menghadiri Uji Publik di Aula Fak. Hukum Unud

SULUH BALI, Denpasar – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Udayana mengadakan Uji Publik terhadap kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali yang akan dipilih secara langsung saat pilkada 27 Juni 2018 nanti.

Acara digelar di Aula Fakultas Hukum Unud, Jalan P. Bali Denpasar itu berlangsung 2 hari, tanggal 22-23 Maret 2018. Hari pertama menghadirkan pasangan calon nomor urut 2 Mantra-Kerta. Dan pasangan calon nomor urut 1 Koster-Ace di hari kedua, Jumat (23/3/2018).

Uji publik yang mengambil tema “Berebut Tahta Pulau Dewata” tersebut juga dihadiri perwakilan mahasiswa dari fakultas lain di lingkungan Universitas Udayana dan beberapa perwakilan organisasi kemahasiswaan yang ada di Bali.

Menurut Ketua BEM Fakultas Hukum Unud, I Putu Chandra Riantama, uji publik terhadap para calon gubernur dan calon wakil gubernur Bali tersebut dilakukan untuk mengetahui program-program mereka sekaligus juga sebagai pendidikan politik bagi para mahasiswa.

Wayan Koster selaku calon gubenur, mengaku sangat senang atas prakarsa yang dilakukan oleh para mashasiswa tersebut. Bahkan sebelum memaparkan visi-misinya, dia dengan semangat menceritakan bagaimana dirinya dulu saat masih kuliah juga sangat senang berorganisasi. Kuliah sambil bekerja memberikan les untuk menambah uang saku. Hingga dirinya menulis beberapa buku mata pelajaran seperti biologi, fisika, matematika.

“Saya dari keluarga kurang mampu, tapi saya nekat untuk kuliah. Dulu setamat SMA, saya mengikuti test di Fakultas Kedokteran Unud dan satunya di ITB. Dua-duanya saya lulus. Tapi saya pilih di ITB,” kenang Koster di hadapan para mahasiswa dan dosen yang hadir.

Usai memaparkan program, Koster-Ace mendapatkan pertanyaan-pertanyaan kritis dari 3 Guru Besar Fakultas Hukum Unud yang bertindak sebagai panelis. Profesor Dr. Yohanes Usfunan menanyakan seputar Perda dan komitment dalam penegakan hukum atau law enforcement. Sedangkan Profesor Dr. I Made Subawa menanyakan strategi dan program bidang pendidkan, SDM. Kemudian Profesor Dr. I Wayan P. Windia menyodorkan pertanyaan seputar masalah desa adat, kebudayaan dan membanjirnya arus modal dan orang di Bali.

Menjawab pertanyaan dari 3 Guru Besar tersebut, Koster menanggapi, bila dirinya nanti terpilih, maka dia akan melakukan kerjasama dengan kampus-kampus yang ada di Bali. Termasuk dengan Fakultas Hukum Unud dalam melakukan revisi terhadap  Perda yang ada.

Untuk itu, ia sampaikan, akan minta bantuan dan libatkan mahasiswa dan para dosen di Fakultas Hukum Unud. “Bila saya terpilih jadi gubernur, yang segera saya lakukan adalah membuat Perda Desa Pakraman yang baru. Karena saya lihat banyak persoalan disitu. Hal itu untuk menguatkan, dan memberdayakan Desa Pakraman kita. Karena Desa Pakraman dan Subak sebagai mata air dari kebudayaan Bali,” katanya. (SB-Rk)

Comments

comments