Lulu Hypermart Pakai Meru Tersusun Tas, FKUB Bali : “Jangan Sembarangan Memakai Simbol Agama”

802
I Dewa Gede Ngurah Swastha

SULUH BALI, Denpasar – Terkait adanya keresahan umat Hindu atas Lulu Hypermart yang memakai meru dengan susunan tas belanjaan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali Ida I Dewa Gede Ngurah Swastha dengan tegas menentang penggunaan simbol Hindu yang digunakan sembarangan dalam industri perdagangan itu.

“Kalau meru dengan susunan tas itu tidak boleh digunakan, dengan tegas saya menentang ikon itu karena tidak sembarangan simbol agama boleh dipakai” katanya kepada Suluhbali.co di Denpasar, Kamis (2/6/2016).

Salah satu bahan promosi Lulu Hypermart.
Salah satu bahan promosi Lulu Hypermart.

Penglingsir Puri Den Bencingah, Akah Klungkung yang bergelar Ida Penglingsir Putra Sukahet ini menyarankan agar tidak ada industri apapun yang menggunakan pelinggih-pelinggih Hindu sebagai ikonnya.

“Pelinggih-pelinggih seperti padmasana, meru dan pelinggihnya itu jelas tidak boleh digunakan untuk ikon industri dagang,” katanya. Ia menambahkan ikon-ikon yang boleh digunakan hanya dalam bentuk budaya  bukan menggunakan simbol-simbol suci agama, “Kalau memakai budaya Bali itu boleh seperti candi bentar, kalau simbol pemujaan Hindu ya seharusnya jangan,” imbuhnya.

Menindak lanjuti hal ini, pihak FKUB Provinsi Bali akan segara berupaya untuk mensosialisasikan masalah-masalah penggunaan simbol agama agar tidak menimbulkan konflik yang berkaitan SARA dan bisa memecahkan kerukunan umat beragama di masyarakat.

“Ya untuk hal-hal yang berkaitan dengan pemakaian simbol agama seperti ini akan segera kami sosialisasikan di masyarakat,” ujar Ngurah Swastha. (SB-Skb)

Comments

comments