Ilustrasi

SULUHBALI.CO, Denpasar  РTiga Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Kerobokan, Denpasar, mendapat remisi langsung bebas bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah.

“Dari 311 yang kami usulkan, tiga di antaranya langsung bebas,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Kerobokan, I Gusti Ngurah Wiratna, Kamis (8/8).

Ketiga warga binaan itu yakni Toni, narapidana yang tersangkut kasus melarikan seorang wanita atau terkait pasal 332 KUHP itu mendapat remisi satu bulan dari masa hukumannya selama satu tahun dua bulan.

Selain itu dua napi lain yang tersangkut kasus pencurian atau terkait pasal 363 KUHP yakni Dwi Arianto terpidana delapan bulan penjara dan M. Arif terpidana tujuh bulan penjara, masing-maisng mendapat remisi 15 hari dan langsung menghirup udara bebas.

Sedangkan 95 warga binaan lainnya mendapatkan remisi masing-masing dua bulan kepada dua orang napi, remisi satu bulan 15 hari (1), remisi satu bulan (37), dan remisi 15 hari (55).

Penyerahan remisi tersebut diserahkan langsung oleh Wiratna secara simbolis kepada dua orang warga binaan usai melaksanakan Sholat Ied di halaman lapas terbesar di Pulau Dewata itu.

Sementara itu 204 orang napi yang terkait PP Nomor 28 tahun 2006 atau napi yang tersangkut kasus terorisme, “illegal logging”, korupsi, narkoba, dan kejahatan lintas negara, saat ini masih menunggu keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM.

Selain itu 11 orang warga binaan yang tersait PP Nomor 99 tahun 2012 atau pengetatan pemberian remisi bagi napi yang terjerat kasus terorisme, “illegal logging”, korupsi, narkoba, dan kejahatan lintas negara yang dianggap sebagai “justice collabolator”, juga masih menunggu keputusuan dari pemerintah pusat.

“Kemungkinan SK tersebut turun pada November mendatang,” ungkap Wiratna.

Dari 95 warga binaan itu, tiga di antaranya didapatkan oleh napi berkewarganegaraan asing di antaranya Mohhamed Umar Rangeswamy, WN India yang dipindana enam tahun penjara, mendapatkan pengurangan masa tahanan sebanyak satu bulan 15 hari, Rivombo Amudalat Remulekun Bintaiwo, WN Nigeria yang mendapatkan remisi satu bulan dari masa tahanannya selama lima tahun enam bulan, dan Basir Gadafi Palikoko, WN Uganda yang mendapat remisi satu bulan dari masa tahanannya selama 12 tahun penjara.

Dari 1.005 warga binaan yang menghuni Lapas Kerobokan, sebnyak 497 di antaranya beragama Islam, namun hanya 311 yang diusulkan karena sisanya masih berstatus tahanan dan belum memenuhi sepertiga masa pidana. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.