SULUH BALI, Denpasar – Beredarnya lowongan kerja oleh  perusahaan Taman Spa yang berlokasi di Jalan Sunset Road Nomor 88 Kuta dengan salah satu poin persyaratan yang mengarah pada sara “diutamakan selain Hindu” dikecam keras oleh masyarakat Bali yang mayoritas menganut agama Hindu.

Kecamatan kepada kebijakan manajemen Taman Spa yang dirasa mendiskreditkan umat Hindu banyak disampaikan melalui media sosial. Kontan saja ahir-ahir ini pihak manajemen Taman Spa Bali kena bully oleh pengguna media sosial khususnya facebook warga Bali.

Merasa bersalah terhadap informasi lowongan kerja yang disampaikan itu kemudian pada (26/8/2015) pihak manajemen Taman Spa melalui akun facebook resminya meminta maaf kepada masyarakat Bali dengan menulis “Atas nama Manajemen Taman Air Spa, kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam pemuatan informasi lowongan kerja kami. Ini murni semata-mata adalah kekeliruan dan tidak ada maksud menyinggung satu agama atau RAS apa pun. Permintaan maaf secara terbuka akan kami lakukan di media cetak lokal,”.

Tak cukup sampai disitu, pada (27/8/2015) Manajemen Taman Spa kembali membuat postingan permohonan maaf dengan menyertakan foto permohonan permintaan maaf terbuka yang dicap dan ditanda tangani oleh pihak  manajemen Taman Spa.

“Kami, manajemen Taman Air Spa, sekali lagi memohon maaf yang sebesar-besarnya atas informasi lowongan kerja kami. Tidak ada sedikit pun kami berpikir untuk menyakiti perasaan umat Hindu. Menegaskan hal ini, terlampir adalah surat permintaan maaf terbuka dari Manager kami, Wayan Pastini, juga merupakan krama Bali kelahiran Badung, Bali. Sekitar 90% staff kami pun memeluk agama Hindu dan aktif menjalankan berbagai kegiatan agama di lingkungan perusahaan. Mohon dapat diterima permintaan maaf kami dan terima kasih atas pengertian dan tanggapan positif yang sudah diberikan,” tulis Manajemen Taman Spa diakun facebook resminya.

Sementara permintaan maaf oleh manajemen Taman Spa ditanggapi beragam oleh pengguna media sosial facebook. Menanggapi postingan tersebut  pemilik akun bernama Putu Agus mempertanyakan kebijakan pihak manajemen Taman Spa dengan menulis “ Jika staff anda 90% memeluk agama hindu. Terus apa maksud anda bikin lowongan pekerjaan yangg tidak menerima staff yang beragama hindu?,”.

Sementara hal berbeda disampaikan oleh De Gentonk yang menginginkan warga Bali tidak resah lagi mengingat pihak manajemen sudah minta maaf secara terbuka. “Menurut saya pribadi ya sudahlah…. toh mereka sdh minta maaf secara terbuka, mari tunjukan bahwa Hindu penuh maaf dan cinta damai…. Om Shanti… Shanti… Shanti… Om,” tulisnya. (SB-Su)

Comments

comments