“Love Is Blind Huh!” Definisi Cinta yang Berbeda

40

SULUH BALI, Denpasar – Artotel Sanur-Bali kembali mengadakan pameren seni. Bertepatan di bulan kasih sayang, maka tema yang diusung tidak jauh-jauh dari percintaan. Dengan tema “Love Is Blind Huh!”, Artotel Sanur-Bali mengajak tiga seniman muda didalamnya. BOMBDALOVE, Suku Tangan, dan Srizkiki menterjemahkan cinta dengan versi mereka mulai tanggal 24 Februari 2017 – 24 April 2017.

Safrie Effendi selaku kurator dan Art Manager Artotel Indonesia memilih “Love Is Blind Huh!” sebagai tema pameran kali ini. Ia menyampaikan bahwa semua individu pasti paham rasanya jatuh cinta dan berbicara tentang cinta. Cinta selalu dilambangkan dengan warna merah muda, balon, coklat, boneka beruang dan bunga mawar. Pada kesempatan ini, tiga seniman muda termasuk Safrie sendiri menampilkan versi yang berbeda tentang cinta demi merubah paradikma cinta tesebut dengan karakter tajam, lugas dan terdominasi warna gelap.

BOMBDALOVE adalah pergerakan cinta dan perancangan street-art yang lahir di Jakarta tahun 2015 sebelum akhirnya hijrah ke bali di akhir tahun. Menyebarkan cinta melalui karyanya di tembok-tembok jalanan menggunakan poster, stiker dan mural. Pergerakan BOMBDALOVE menjelajah banyak bentuk seni sebagai ekspresi seniman jalanan dengan tujuan menyebarkan cinta, menghubungkan manusia dan menyebar provokasi tentang cinta untuk membuat kehidupan jadi lebih baik.

Putu Genta Shimaoka dikenal sebagai Suku Tangan, Genta lahir di Okayaa, Jepang pada tahun 1993. Karyanya terinspirasi dari konsep surealisme yang mengangkat elemen mengejutkan, resposisi berdampingan dan non sekuitor. Setelah lulus dari Institut Seni Denpasar, Suku Tangan bekerja bersama desain grafis dan sebagai illustrator di Studio Belok Kiri, dimana karyanya mulai berkembang menjadi karya yang bersifat digital.

Srizkiki merupakan satu-satunya wanita pada pameran ini. Srizkiki atau yang biasa dipanggil Kiki lahir di jakarta pada tahun 1993. Karyanya selalu menggunakan objek realis seperti manusia yang bercampur dengan garis bentuk, bunga atau tulisan menggunakan teknik mix media. Kiki melebarkan bakatnya dengan mengikuti beberapa pameran seni di Jakarta dan Bali, kemudian aktif berkontribusi dengan beberapa majalah Indonesia. Saat ini Kiki bekerja sebagai creative designer untuk Artotel Sanur-Bali. (sb-cas)

Comments

comments