LOLOT Band Buktikan Diri Bisa Manggung dengan Band Besar di Soundrenaline

557
Managing Director Kilau Indonesia yang bertindak sebagai promotor Soundrenaline, Novrial Rustam (kiri) bersama personil Lolot. |foto-ijo|
SULUH BALI, Mangupura – Sebanyak 73 akan ramaikan panggung festival musik terbesar di Indonesia Soundrenaline 2016 yang digelar selama 2 hari mulai tanggal 3-4 September 2016. Mengusung tema “Louder Than Ever” Soundrenalin 2016 dikemas sedikit berbeda dari pelaksanaan sebelumnya.
Dimana, dari puluhan Band yang tampil tiga musisi diantaranya musisi luar negeri
Ketiganya adalah Simple Plan, The Temper Trap, dan Bloc Party. Sementara
sepuluh line up lainnya diisi dengan Band-band lokal Bali seperti  band itu yakni Nanoe Biroe, Mom Called Killer, Scared of Bumz, Navicula, The Hydrant, Zat Kimia, Roll Fast, Lolot n Band, Joni Agung and Double T, serta Suicidal Sinatra.
Managing Director Kilau Indonesia yang bertindak sebagai promotor Soundrenaline, Novrial Rustam mengatakan  Soundrenaline selalu menjadi wadah berkarya dan tempat reuni musisi dari beragam latar belakang dan genre.
“Semua musisi sidestream dan mainstream yang akan tampil nanti tidak ada yang kami beda-bedakan. Semua mendapatkan tempat sama, panggung yang sama dan kualitas sound system yang sama. Band yang tampil kita kembalikan kepada penikmatnya,” ujarnya, Kamis (01/09/2016).
Novrial Rustam menambahkan, tidak hanya puluhan Band. Pelaksanaan tahun ini, promotor Soundrenaline juga menggandeng sejumlah industri kreatif untuk terlibat langsung.
“Selain menghadirkan musisi tanah air, tahun ini juga soundrenaline melibatkan para industri kreatif. Seperti di panggung Go A Head itu dirancang oleh komunitas huru-hara dan mereka dari merancang hingga dekorasi semua mereka yang desain. Untuk interaksi dengan audiens kita menggandeng komunitas katalis dan Jalan Kenangan,” ungkapnya.
Bahkan, seperti pelaksanaan sebelum-sebelumnya untuk urusan mendesain, merancang hingga produksi dikerjakan sendiri. Untuk tahun pihak promotor memberikan kesempatan dan ruang kepada brand lokal untuk menciptakan kreatifitas desain sebagai official merchandise Soundrenalin 2016.
“jika dari tahun-tahun sebelumnga official merchandise biasanya diproduksi sendiri. Jadi untuk tahun ini kita coba memberikan ruang kepada brand lokal, mulai dari desainnya, perancangan hingga proses produksinya mereka yang kerjakan,” terang Novrial.
Bahkan, pihak promotor menepis isu miring yang beredar bahwa band lokal selalu dikesampingkan. Hal tersebut dibuktikan dengan tampilnya Lolot dan Navicula pada jam-jam Primerime.
Lantaran dalam empat pagelaran sebelumnya, Lolot yang dimotori Lanang (bass), Donnie (gitar), Hendra (drum), serta Made Bawa (gitar/vokal), selalu bermain pada siang atau sore hari.
“Selama ini kami mainnya sore, atau siang hari. Tapi kali ini kami main saat prime time. Bagi kami itu sebuah kebanggaan tersendiri. Itu juga menjadi bukti bahwa Soundrenaline tidak anti dengan band-band mebasa Bali seperti kami ini,” ujar basist Lolot, Lanang.
Berhasilnya, Lolot tampil dalam jam Primetime tersebut semata-mata kerja keras Lolot yang dibuktikan selama road to Soundrenaline atas kerja keras dan prestasi yang berhasil diraih Lolot selama road to soundrenalin.
“Kita membantah kalau selama ini band Bali tidak pernah tampil di jam Primetime. Buktinya Lolot bisa berhasil karena selama Road to Soundrenaline raport kita baik bahkan selalu memenuhi target. Kita bisa membuktikannya dengan prestasi,” tegasnya. (SB-Ijo)

Comments

comments