Lima Dari Tujuh Penyelam Wanita Ditemukan

34

Penyelam yang selamat dievakuasi dari perairan di Sanur, Senin malam (17/1). (foto Ijo)

SULUHBALI.CO Denpasar – Wisatawan asal Jepang yang menghilang saat melakukan diving di Nusa Lembongan, Nusa Penida berhasil ditemukan Senin (17/2), sekitar pukul 15.30 wita.

Dari 7 orang penyelam yang semuanya wanita itu, baru 5 orang yang berhasil ditemukan. Kelimanya dalam kondisi selamat. Mereka itu adalah Saori Furukawa (37) instruktur selam dan empat turis asal Jepang yaitu Aya Morizono (27), Emi Yamamoto (33), Nahomi Tomita (28) dan Atsumi Yoshidome (29).

Sedangkan 2 yang masih hilang adalah, turis Jepang Ritsuko Miyata (59) dan Shoko Takahashi (35) adalah instruktur selam yang menetap di Bali. Mereka melakukan penyelaman hari Jumat (14/2) di kawasan yang sudah terbiasa dipakai sebagai wisata diving tersebut.

Menurut Rudi Cantji dari tim reaksi cepat BPBD Provinsi Bali, satu dari 5 orang penyelam dalam keadaan lemah karena tidak makan selama 4 hari sejak dikabarkan hilang.

Wisatawan tersebut berhasil ditemukan di sekitar Manta Point dalam keadaan tersangkut di karang. Korban tersebut berhasil dievakuasi dengan menggunakan kapal kecil, namun petugas kewalahan saat melakukan evakuasi korban ke kapal besar karena saat itu arus di perairan cukup besar.

“Awalnya, baru 4 korban yang ditemukan di sekitar karang. Tak jauh dari lokasi ditemukan, salah satu korban ditemukan. Bedanya cuma di timur dan barat,” papar Rudi.

Helikopter tim SAR sedang menuju lokasi menunggu proses evakuasi, 2 orang diantaranya telah di evakuasi ke boat milik tim SAR. Di pantai Semawang yang di jadikan sebagai dermaga untuk evakuasi korban telah disiagakan 4 unit ambulans.

Kehabisan Bahan Bakar

Di tempat terpisah, polisi menginterogasi pemilik toko peralatan selam. “Dari Putu Mahadana Sembah diperoleh keterangan bahwa penyelaman tersebut sudah melalui persiapan yang matang,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Klungkung, Ajun Komisaris Nyoman Wirajaya, di Semarapura, Senin (17/2).

Mahadana Sembah merupakan suami dari Takashi Shoko selaku pemilik Yellow Scuba yang turut menjadi korban bersama lima wisatawan lainnya. Takashi bersama Furuko Saori adalah instruktur selam berpengalaman yang lama menetap di Denpasar. Keduanya memandu lima wisatawan Jepang menuntaskan hobi olahraga selam di Nusa Lembongan, Jumat (14/2).

Menurut keterangan Mahadana Sembah, istrinya yang menjemput kelima tamu senegaranya itu di Hotel Harris, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kabupaten Badung.

“Pihaknya menyiapkan 24 tabung oksigan. Namun yang dipakai oleh tujuh penyelam itu sebanyak 21 tabung, sedangkan tiga lainnya sebagai cadangan kalau terjadi kebocoran,” ujar Wirajaya.

Peralatan lain, termasuk regulator dalam kondisi bagus sehingga kecil kemungkinan kecelakaan tersebut terjadi akibat peralatan. Mereka menyelam dari “Manta Point” di Lembongan, lalu “Crystal Bay” di Lembongan, dan berakhir di hutan bakau Jungut Batu.

Di “Manta Point” dan “Crystal Bay” cuaca masih normal. Namun saat di kawasan hutan bakau cuaca mulai gelap. Sekitar 45 menit setelah mereka menyelam di Jungut Batu, tak satu pun dari tujuh orang itu muncul di permukaan air.

Awak perahu yang membawa mereka dari Sanur, Denpasar, ke Nusa Lembongan melakukan pencarian sekitar pukul 13.30 Wita. Namun tidak juga ditemukan.

“Karena kehabisan bahan bakar, perahu tersebut kembali ke pangkalan sekaligus melapor kehilangan kontak dengan ketujuh turis itu pada pukul 19.00 Wita,” kata Kasat Reskrim. (SB-Ijo-ant)

 

 

Comments

comments

Comments are closed.