Libur Panjang Gubernur Bali Keliling Tabanan dan Buleleng Sambangi Penerima Bedah Rumah

20
Mangku Pastika saat melihat salah satu bedah rumah. (foto-humprov)

SULUH BALI, Tabanan – Menjelang akhir masa kepemimpinannya yang tersisa 1 tahun lebih, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menginginkan untuk segera menuntaskan masyarakat yang masih memiliki rumah tidak layak huni di Bali dengan program bedah rumah Bali Mandara. Demikian ia sampaikan saat melakukan kunjungan ke penerima Bantuan Bedah Rumah di Desa Sepang, Kecamatan Pupuan, Tabanan dan Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Buleleng, Minggu (23/4).

“Kita ingin menuntaskan rumah tidak layak huni yang ada di Bali. Mudah – mudahan dalam setahun terakhir ini kita bisa selesaikan, ya mungkin tidak 100% habis, karena data yang masuk itu seringkali tidak akurat belum lagi setelah diverifikasi mungkin tidak memenuhi sayarat untuk di bantu,” tegas Pastika yang mengakui memang data yang masuk tidak 100% akurat dengan kenyataan di lapangan Namun menurutnya minimal apa yang masuk dalam data tersebut yang akan segera dituntaskan secara bertahap. “Kalau tahun ini semua data BPS sudah selesai, kita akan mulai sisir kembali sesuai dengan kenyataan data di lapangan, sehingga saya harap tidak ada yang ketinggalan sampai akhir masa jabatan saya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Pastika menyampaikan keinginannya agar seluruh masyarakat Bali tersebut memiliki rumah yang sehat dan layak huni karena menurutnya hal tersebut adalah prinsip dasar dari kesejahteraan. “Intinya seluruh rakyat Bali harus hidup dan tinggal dalam rumah yang sehat dan layak huni, itu prinsipnya, dan itu sudah masuk sedikit sejahtera. Kalau bajunya sudah ada, pangannya cukup dan ada rumahnya itu sebenarnya sudah mencapai garis awal dari suatu kesejahteraan sehingga kemudian kita lengkapi dengan pendidikan, kesehatan, tabungan masa depan, lapangan pekerjaan. Sehingga kalau semua itu sudah terpenuhi itulah yang dinamakan kesejahteraan,” ungkap Pastika yang juga menerangkan bahwa tujuan utama dari program Bali Mandara adalah kesejahteraan yang bersumber pada terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang dan papan dari masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Pastika juga berpesan kepada perangkat desa agar kembali menyisir warganya yang mungkin masih memiliki rumah yang tidak layak huni untuk segera diajukan ke Provinsi untuk dianggarkan pada anggaran tahun 2018 mendatang. “Saya minta berapa ada yang masih tidak layak huni, semua diajukan supaya tahun depan bisa kita anggarkan semuanya,” tegas Pastika. Ia juga menerangkan selama 9 tahun kepemimpinannya sesuai data Dinas Sosial sudah hampir 26 ribu unit bantuan bedah rumah yang sudah diesrahkan kepada masyarakat. Untuk tahun ini ada 1100 unit bantuan bedah rumah yang sudah dikerjakan dari dana APBD, tapi disamping itu banyak juga dari yang lain seperti donasi dan CSR. “Lumayan lah kalau total – total sudah 1500 unit tahun ini,” pungkasnya.

Dalam kunjungan kali ini, Gubernur Pastika mengnjungi penerima bantuan bedah rumah atas nama Sang Ketut Merta dan Kadek Wardika di Desa Sepang, Kecamatan Pupuan, Tabanan dan penerima bantuan bedah rumah atas nama Kadek Suantara di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Buleleng. Dalam kunjungannya yang turut didampingi oleh Inspektur Provinsi Bali I Ketut Teneng dan Kepala Biro Humas dan Protokol I Dewa Geda Mahendra Putra, juga dilakukan penyerahan bantuan sembako. (SB-humprov)

Comments

comments