Libur Galungan Sehari | Pastika Mita Kerelaan PNS Pemprov Bali

102

Gubernur Mangku Pastika saat mengecek hasil kerja PNS Pemprov Bali (foto hum.Bali)

SULUH BALI, Denpasar – Terbentur penyelesaian administrasi keuangan diharuskan selesai pada tanggal 20 Desember mendatang. Pemerintah Provinsi Bali memberlakukan satu hari libur fakultatif dalam libur Hari Raya Galungan yang jatuh pada rabu besok.

“Saya memberlakukan libur fakultatif itu artinya boleh dilaksanakan boleh tidak. Kita kan pegawai negeri, pekerjaan kita juga lagi banyak untuk menyelseaikan buku keuangan, surat-surat pertanggungjawaban yang harus selesai tanggal 20 Desember selebihnya sudah tidak bisa,” Kata Pastika, Selasa (16/12/2014).

‎Selain itu, Gubernur Bali meminta kerelaan kepada PNS yang hanya mendapat libur hanya sehari, pada Manis Galungan (sehari sesudah hari raya galungan) sudah wajib kerja

“Saya meminta kerelaanya kepada seluruh pegawai untuk libur hanya satu hari yaitu pada saat Galunganya saja. Manis Galungan sudah mulai kerja lagi. Coba lihat di Biro Hukum, Biro Keuangan, berkas itu masih setumpuk-setumpuk yang harus diselesaikan,” tegas dia.

Hari Galungan yang jatuh setiap 210 hari ini memang bertepatan di bulan Desember, yang tentunya berbenturan dengan kesibukan pegawai yang harus menyelesaikan laporan keuangan akhir tahun.

Pada kesempatan itu Gubernur juga menghimbau masyarakat, agar selalu bisa bersabar karena pada jaman ini sudah tidak ada lagi perang fisik antara dharma melawan adharma, karena sejatinya perang ada dalam diri masing. Menurut Pastika jika manusia bisa lebih sabar, lebih sayang jepada orang kain, tidak benci, tidak dendam, tulus iklas, dan tidak serakah, maka mereka sudah bisa dibilang memenangkan Dharma atas Adharma di dalam dirinya.

“Kalau dulu Pandawa melawan Korawa, Rama melawan Rahwana, Indera melawan Maya Denawa, maka sekarang perang ada dalam diri kita masing” tegasnya. Walaupun secra tradisional ada tahapan sugian, penyekeban dan penampahan masing-masing perayaan tersebut memiliki makna filosofi yang sangat dalam. Makna penanpahan itu sendiri bermakna untuk mengeliminasi sikap sombong, dendam yang harus dihabisi, sehingga kita layak mewyakan hari raya galungan, jelasnya. “Semoga hari galungan bisa memperbaiki kualitas diri dan masyarakat Bali bisa lebih Maju, Aman Damai dan sejhtera” pungkasnya. (SB-Ijo/ant)

Comments

comments