Lepas Kirab, Rai Mantra “Hunus” Keris

0
848
Walikota Denpasar Rai Mantra saat Membuka Kirab Keris Pusaka. |foto-rk|

SULUH BALI, Denpasar – Menandai dibukanya Petinget Rahina Tumpek Landep, Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra melakukan upacara pelepasan Kirab Keris Pusaka dengan menghunus sebilah keris di depan Museum Bali, Selasa sore (31/5/2016). Kemudian Kirab diikuti iring-iringan disertai atraksi dilakukan oleh peserta yang datang dari berbagai daerah/suku di tanah air.

Kegiatan tersebut digelar untuk memaknai sekaligus menyambut datangnya Rahina (Rainan) Tumpek Landep (Saniscara, Kliwon Wuku Landep), Dimana umat Hindu di Bali melakukan upacara penghormatan terhadap benda-benda pusaka seperti keris, tombak, peralatan dapur, pertanian dan benda-benda sakral lainnya yang terbuat dari bahan besi maupun logam.

“Kita punya kearifan lokal yakni Tumpek Landep. Hal ini perlu diberdayakan lagi, agar umat Hindu dan masyarakat itu tahu ini bahwa ada sesuatu untuk tidak henti-hentinya untuk berpikir, untuk mengasah intelektual. Itu tujuannya. Pameran ini hanya side event, disini juga akan menunjukkan ada peradaban-peradaban kemampuan orang untuk membuat keris. Baik itu secara intelektualnya maupun spiritual dan emosional mereka. Ini akan menunjukkan tingkat peradaban seperti apa. Yang paling penting kan nanti ada saresehannya juga. Bagaimana nanti mendevelop dan sustainable tentang kearifan lokal ini serta kemampuan kita untuk berpikir tentang teknologi dan sebagainya,” ungkap Rai Dharmawijaya Mantra tentang kegiatan tersebut.

Acara dimajukan dari jatuhnya hari Tumpek Landep, menurut Rai Mantra, karena menghindari berbarengan dengan kegiatan Pesta Seni. “Karena ada pesta seni. Rencananya kan diadakan bulan Juli. Biar nggak ada doble kegiatan. Sebenarnya kan Tumpek Wayang besok ini. Ini dimajukan supaya tidak ada doble, biar konsentrasi,” jelas Rai Dharmawijaya Mantra, usai meninjau pameran keris bersama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha, tokoh-tokoh kota Denpasar, dan para undangan.

Mengambil tema “Revitalisasi Peradaban Logam Menuju Denpasar Kota Cerdas”, pada areal kegiatan juga berjejer stand-stand dengan atap putih di sepanjang jalan depan Museum Bali. Dipajang beraneka jenis keris dan barang-barang kerjinan. Bagi penghobi dan pecinta keris bisa juga menyaksikan koleksi keris khusus yang dipamerkan di ruang pameran Museum Bali.

Acara tersebut akan berlangsung dari tanggal 31 Mei – 3 Juni 2016. Disamping kegiatan pameran, bursa keris dan sarasehan, pengunjung juga akan disuguhi berbagai hiburan. Seperti bondres, penampilan Cenik Lantang (Sengap cs), Dwi Mekar (Susi cs), Gebeh Cakepluk (Cedil cs), dan Wayang Cenk Blonk. (SB-Rk)

Comments

comments