Legong Lanang “Cross Gender” Meriahkan Panggung PKB

349

Para penari Legong Lanang “Cross Gender” saat pentas di PKB. |foto-ijo|

 

SULUHBALI.CO, Denpasar – Pentas Panggung Pesta Kesenian Bali ke XXXVI Tahun 2014, telah banyak menampilkan berbagai jenis kesenian dari Duta seluruh Kabupaten yang ada di Bali. Berbeda dengan hari biasanya, pada hari ini, Senin (7/7/2014) panggung Kalangan Angsoka PKB Art Center, Denpasar dimeriahkan dengan penampilan Legong Lanang, dari Sanggar Seni Klasik Ardhanareswari, Cross Gender Bali Br. Sesetan, Duta Denpasar.

Dalam pementasan tersebut beberapa jenis tarian Legong yang popular diBali ditarikan dengan elok oleh para penarinya, namun kekhasan penampilan Duta Denpasar kali ini yang memukau seluruh pengunjung PKB adalah seluruh penarinya merupakan pria transgender.

Adapun jenis tarian yang ditampilkan adalah tari Legong  Kuntul, kemudian dilanjutkan dengan tarian Legong Keraton, Legong Lasem, Legong Jobog, dan Legong Suprabaduta.

Ni Made Budiana atau yang akrab disapa Dekos salah satu penari Legong Lanang ini mengatakan, telah memerankan tarian Condong dalam Legong Keraton sebanyak 10 kali dan merasa tetap senang walaupun terkadang menemui kesulitan dalam setiap gerakan pada tariannya.

“Sudah ada sekitar 10 kali untuk nari Condongnya, kalau dirasa semua gerakannya sulit dan semua kesulitan tapi untuk kita yang membawakan enjoy aja,” ungkapnya.

Untuk belajar menari seperti ini Ia mengaku telah mempelajarinya sejak tahun 2008, dengan alasan tarian ini merupakan tarian yang menarik, klasik dan unik serta sesuai dengan karakter dirinya.

“Untuk belajar ini sudah lumayan lama, sudah dari tahun 2008. Pertama ingin terjun kesini karena saya lihat tarian ini bagus, klasik dan unik dan saya juga merasa karakter saya cocok pada tarian ini,” ujarnya.

Dekos berharap untuk kedepannya sanggar ini  dapat terus maju dan perkembangannya bagus. “Saya berharap kedepannya ini agar maju dan bagus,” harapnya. (SB-Lik)

Comments

comments