Legong Keraton Denpasar Peroleh Pengakuan UNESCO

59
Walikota Denpasar IB Rai Dhamawijaya Mantra saat berfoto bersama dengan Dirjen Kebudayaan RI dan para penari Legong Keraton Denpasar, Minggu (12/6) di Lobby Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang. (foto humas.Dps)

SULUH BALI, Denpasar – Tari Legong Keraton Kota Denpasar meraih pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu Harta Benda Warisan Budaya Kota Denpasar dari tiga jenis tarian dari Bali yang meraih penghargaan dari UNESCO dalam tajuk Three Genne Of Traditional Dance In Bali, demikian disampaikan Dirjen Kebudayaan Kementrian Republik Indonesia Hilmar Farid saat menyatakan penetapan Tari Legong Keraton sebagai harta tak benda warisan budaya Kota Denpasar, Minggu (12/6) di Lobby Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang.

Dimana peryataan ini dihadiri dan disaksikan langsung Walikota Denpasar IB Rai Dhamawijaya Mantra yang pada kesempatan ini didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Selly Mantra dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara beserta beberapa Kepala Pimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakan, penetapan Tari Legong Keraton sebagai harta tak benda warisan budaya Kota Denpasar merupakan salah satu bukti bahwa kebudayaan ini tidak lagi bisa dipandang hanya sebagai dekorasi dari sebuah pembangunan, bukan hanya sebagai pelengkap di dalam sebuah acara, melainkan sekarang ini sebuah pembangunan itu memang untuk meningkatkan tarap kebudayaan dari manusia dalam hal ini masyarakat itu sendiri.

Dan Bali khususnya Denpasar di dalam hal ini “saya rasa ada di baris terdepan, dengan bukti sebuah moto pelayanan di Kota Denpasar yakni ‘Sewaka Dharma’ yakni melayani adalah kewajiban yang diterapkan juga di dalam semua pelayanan termasuk kebudayaan, dikarenakan tidak banyak tempat di daerah di Indonesia menjadikan kebudayaan di suatu dinas tersendiri dan diharapkan ini bisa di ikuti di Negara-Negara lain dan sebagai contoh, Kota Denpasar ini bisa di garis depan mewartakan kepada masyarakat Indonesia akan arti penting sebuah kebudayaan” ungkap Hilmar Farid. Dan penyerahan sertifikat Three Genne Of Traditional Dance In Bali akan di berikan nanti malam di Setia Dharma House of Mask and Puppels, Ubud.

Sementara Walikota Rai Mantra mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menteri dan Bapak Dirjen Kebudayaan Kementrian RI karena sudah berjuang membawa warisan budaya Denpasar ke UNESCO, sampai Kota Denpasar meraih sebuah penghargaan/pengakuan bahwa Tari Legong Keraton sebagai sebagai harta tak benda warisan budaya Kota Denpasar.

Dimana nafas budayalah yang membuat Denpasar bisa seperti sekarang ini, “jadi memang perlu suatu secara mendalam kita menghargai para budayawan dan seniman kita, sehingga kebudayaan ini mampu dia untuk dikembangkan, dilestarikan atau mungkin interprestatasi yang sangat baik dari budayawan kita untuk dikembangkan dan juga kemampuan kita di dalam meniteraksikan adaptasi-adaptasi yang ada atau keadaan-keadaan yang ada sekarang ini, sehingga hasilnya ini berdampak kepada ekonomi dan social, terutama kepada para seniman dan budayawan kita untuk mereka itu terus berkarya dan berkembang dengan identitas yang kita miliki”, ujar Rai Mantra. (ays’/humas.dps).

Comments

comments