Soto, sate dan lawar sapi Mambal (foto rka).

SULUH BALI, Badung – Di Bali kita mengenal ada bermacam-macam jenis lawar. Ada lawar babi, lawar kuwir, lawar penyu, lawar dolong, lawar sapi, lawar klungah, bahkan di daerah Bali barat ada lawar yang terbuat dari bahan sayur (jukut) paku.

Di Pasar Mambal, Abiansemal, Badung ada warung nasi lawar sapi dengan adonan buah paye (pare) dan kacang panjang yang selalu rame pembeli.

“Nasi Lawar, Soto, Sate Sapi”. Begitu tulisan di sebuah plang yang digantung di depan warung menyerupai tenda ini. Warung yang berada di pojok timur pinggir jalan Pasar Mambal ini nyaris tidak pernah sepi. Bahkan pembeli yang ingin menikmati nikmatnya adonan lawar sapi yang satu ini rela antre, menunggu bangku kosong.

Pekak Dita sedang mengadon lawar di warungnya (foto rka).
Pekak Dita sedang mengadon lawar di warungnya (foto rka).

Apa yang membuat lawar sapi yang satu ini sangat laris dan selalu ramai didatangi pembeli ? Lawar sapi ini dibuat dari bahan adonan bumbu yang lengkap, daging sapi terutama kulit sapi (prapas) rasanya beda dengan daging lain. Ditambah dengan campuran bahan dari nangka, paye (pare) dan kacang panjang.

Adonan lawar disediakan sesuai dengan permintaan pembeli. Mau lawar paye saja boleh. Dicampur juga bisa. Dan lawar dibuat atau dicampur begitu pembeli memesannya. Tidak sekali dicampur untuk semua pembeli, jadi lawar terasa fresh, karena baru usai dicampur.

Meski terbuat dari bahan nangka, namun tidak menimbulkan rasa “nek” di perut. “Nangka saya kukus, bukan direbus. Karena kalau nangka engseb (direbus) akan cepat masem. Rasanya juga akan beda,” ungkap Pekak Dita, perintis sekaligus pemilik nasi lawar sapi ini yang terjun langsung membuat adonan lawar, dibantu beberapa tenaga melayani pembeli.

Untuk menambah rasa dan aroma lawar sapi menjadi lebih lengkap, ia taburkan merica muda ke dalam lawar, yang membuat lawar terasa pedas-pedas hangat dengan aromanya yang khas. Menikmati nasi lawar sapi, semangkok soto sapi yang hangat dan sate sapi yang juga baru selesai dibakar memberikan kelezatan tersendiri. Dengan merogoh Rp 20 ribu, tentu sepadan dengan rasa dan kepuasan menikmati adonan lawar sapi ala Pekak Dita di Pasar Mambal ini. (SB-Rk).

Comments

comments