“Lawar Nyawan” Diminati Warga yang Peduli Makanan untuk Kesehatan

977
Lawar Nyawan. |foto-rk|

SULUH BALI, Mangupura – Sarang lebah (nyawan) yang biasanya berisi banyak bakal lebah masih muda berwarna putih itu, dikenal sangat enak dijadikan menu makanan. Biasanya diolah dengan bahan campuran sambal atau dicampur dengan parutan kelapa ditambah bumbu (base) kuning. Rasa nyawan yang memang sudah enak itu, diolah dengan bumbu yang sederhana sekalipun akan terasa enak dan gurih.

Karena termasuk bahan yang langka dan rasanya juga sangat lezat, menjadikan nyawan (sarang lebah) ini menu istimewa dan relative mahal. “Harga nyawan per kilo bisa sampai Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu. Itupun pasokannya kadang terbatas,” ujar Bu Dayu Prita, yang sudah 6 tahun menekuni usaha jualan lawar nyawan. “Syukurnya, meski termasuk langka dan susah didapat,  pasokan nyawan tetap bisa kita perolah,” ia menambahkan.

Ia ceritakan ketika dirinya masih kecil di kampung, ia sering lihat orang tuanya membuat sayur nyawan. “Ketika itu saya amati, nyawan meski diolah dengan sangat sederhana, rasanya nikmat sekali, Saya juga sangat suka menyantapnya. Maka ketika mau membuat usaha kuliner, saya berpikir kenapa nggak kita membuat olahan dari bahan nyawan saja,” ungkap wanita pemilik Warung Piring Mas ini meneceritakan awal dirinya membuat usaha kuliner dengan bahan nyawan.

Wanita yang pernah lama kerja di Garuda ini membuka sedikit rahasia dapurnya, bagaimana membuat lawar nyawan agar terasa enak dan tetap memenuhi standar kebersihan dan kesehatan. Sarang lebah (nyawan) yang masih fresh itu terlebih dahulu ia rebus, kemudian diambil seberapa diperlukan untuk melayani pembeli. Sisanya ia simpan di tempat khusus. Untuk bumbu lawar nyawan ia buatkan bumbu (base) genep. Dengan tambahan kacang panjang, nangka atau papaya.

“Sama seperti bahan membuat lawar pada umumnya, Cuma kita perhtikan betul kebersihan, dan sajian lawar agar tetap fresh,” ujar wanita jebolan Fakultas Hukum Universitas Parahyangan, Bandung ini. Sang suami, Ida Bagus Susila, jebolan BPLP (STP) Nusa Dua sempat lama kerja di kapal pesiar, juga sangat hobi dan piawai memasak. Klop sudah kerjasama usaha kuliner yang ditekuni pasangan ini. .

Uniknya lagi, warung lawar nyawan miliknya ia buka di rumah pribadinya di Jalan Pandu No. 88 Sangeh. “Sekarang lagi trend warung-warung rumahan. Rumah dijadikan tempat jualan kuliner. Di teras bale dangin, bale daje dijadikan tempat konsumen untuk menikmati makanan. Dan itu sangat menarik dan ramai di Badung Utara, Sangeh khusunya,” ia memberi alasan. “Yang datang membeli lawar nyawan, rata-rata mereka yang tahu makanan untuk kesehatan. Disamping warga pada umumnya, biasanya mereka yang usia 45 tahun keatas banyak yang datang untuk membeli lawar nyawan,” tambahnya.

Ia pun ungkapkan meski warungnya berada di rumah, pembeli yang datang tak pernah sepi. Bagi yang pingin merasakan lezatnya lawar nyawan olahan Bu Dayu Prita, silahkan datang ke Warung Piring Mas, di Jalan Pandu No. 88 – Sangeh, Telp. 081 238 706 257. Buka dari jam 10.00 wita sampai jam 20.00 wita. Disamping lawar nyawan, tersedia juga lawar cumi, lawar jamur dan lawar kuwir. Harganya cuma Rp 20 ribu untuk satu paket.  (SB-Rk)

Comments

comments