Lama Ditunggu, Akhirnya Jembatan Kuning Pun Diresmikan

63
Peresmian yang dihadiri Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Arie Setiadi Moerwanto di dampingi Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta dan Bupati Klungkung Suwirta. (foto-humprov)

SULUH BALI, Nusa Penida – Setelah mengalami kerusakan pada 16 Oktober tahun lalu, kini Jembatan Kuning yang menghubungkan Nusa Lembongan denga Nusa Ceningan kembali dibangun. Peresmian jembatan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Arie Setiadi Moerwanto di dampingi Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, Jumat (31/3).

Jembatan Kuning ini merupakan satu-satunya jembatan yang menghubungkan Nusa Lembongan dengan Nusa Ceningan. Sehingga keberadaanya sangat vital bagi masyarakat setempat. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Dirjen Bina Marga yang telah mampu merampungkan pembangunan Jembatan Kuning sebagai urat nadi transportasi bagi masyarakat maupun pariwisata,” kata Sudikerta.

Jembatan Kuning sebelumnya dibangun pada 1996, namun pada 16 Oktober 2016 lalu mengalami runtuh yang menyebabkan putusnya hubungan transportasi antara Nusa Lembongan dengan Nusa Ceningan sehingga perekonomian pun ikut terganggu.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan usulan ke pemerintah pusat agar segera dibangun kembali Jembatan penghubung tersebut.  Wagub Sudikerta saat itu sangat intens mengawal usulan tersebut sehingga pemerintah pusat memutuskan memberikan alokasi anggaran dengan sumber dana APBN. Jembatan ini mulai dikerjakan November 2016 sampai Maret 2017 ini.

“Kecamatan Nusa Penida ini bagai “Telor Emas”-nya Bali, memiliki lima predikat sekaligus, yaitu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, Kawasan Konservasi Perairan, Kawasa Pulau Terluar Indonesia, Desa Wisata Energi, dan sebagai wilayah pembibitan sapi Bali,” ujarnya. Dengan predikat ini sudah sepatutnya mendapatkan perhatian lebih melalui pembangunan infrastruktur yang memadai yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jembatan dengan lebar 1,8 meter dan panjang 138 meter terdiri dari tiga bentang, menelan biaya tiga milyar rupiah lebih, dibangun khusus untuk pejalan kaki dan sepeda motor. Namun dalam kondisi darurat, hanya ambulan yang diperbolehkan melewati jembatan itu.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Sudikerta didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, menyempatkan diri mengunjungi pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Nusa Penida. RS Pratama ini merupakan satu-satunya RS yang cukup besar ada di Nusa Penida, guna mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pulau itu. Kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Bali. Dengan kesehatan yang terjamin diharapkan dapat meningkatkan kualitas derajat hidup masyarakat Nusa Penida.

Dengan pulau tersendiri, terpisah dengan Bali daratan, masyarakat sangat kesulitan akses ke rumah sakit apabila membutuhkan pelayanan kesehatan tingkat lanjut, walaupun saat ini sudah tersedia Puskesmas. Sehingga dengan dibangunnya RS Pratama ini diharapkan keterbatasan akses itu dapat tertangani dengan baik. (SB-humprov)

Comments

comments