Laki Laki Panjat Baliho Pasang “Poster Protes” | Turun Tak Bisa, Kapolres Badung Bergerak

3493
Lelaki Ngada naik ke atas baliho di kerobakan (foto rio).

SULUH BALI, BADUNG – Aksi heroik Kapolres Badung, AKBP Rudy Setiawan patut diacungi jempol.  Mantan Kapolsek Metro Penjaringan Jakarta ini berhasil menyelamatkan nyawa Agustinus (48) pria asal Ngada, Bajawa, Flores Nusa Tenggara Timur yang naik ke atas sebuah baliho dengan ketinggian 30 meter.

Peristiwa ini berawal ketika Agustinus nekat memasang spanduk pada sebuah baliho dengan tinggi sekitar 30 meter di kawasan Kerobokan, Canggu, Kuta Utara, Badung pada, Kamis (18/8) sekitar pukul 07.00 wita pagi.

Aksi nekat Agustinus tentu saja mengundang perhatian banyak orang yang lewat di sekitar TKP. Tak hanya para pengguna jalan yang ramai menyaksikan aksi Agustinus, tetapi pejabat pemerintah lainnya seperti, Camat Kuta Utara, Kapolres Badung, Dandin 1611 Badung, dan para pecalang ikut membujuk Agustinus agar turun dari baliho karena sangat membahayakan nyawanya jika ia terjatuh. Ulah pria yang diduga stress ini menyebabkan antrian kemacetan dan animo warga yang berada di sepanjang jalan menuju Kuta, Badung.

Kapolres Badung menjelaskan bahwa Agustinus dengan sengaja naik ke atas baliho dengan ketinggian 30
Meter tersebut untuk meminta Dandim Ngada, Bajawa untuk mengklarifikasi atas meninggalnya keponakannya beberapa waktu lalu di Ngada, Bajawa Flores NTT.

Dijelaskan bahwa keponakan Agustinus meninggal beberapa waktu lalu di Ngada. Peristiwa meninggalnya keponakan Agustinus berawal ketika keponakannya mengendarai sebuah sepeda motor milik salah satu anggota TNI yang bertugas di Ngada-Bajawa. Namun saat ia mengendarai sepeda
motor milik anggota TNI tersebut, keponakannya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Atas peristiwa itu, Agustinus meminta kepada TNI yang bertugas di Ngada untuk mengklarifikasi peristiwa tewasnya keponakannya.

Saat melakukan aksi di Kerobokan, Agustinus membawa sebuah sepanduk bertuliskan “Kami napi bukan babi hukum TNI pembunuh anak yatim,” demikian kalimatnya. Diduga tentara yang berada di Ngada yang menyebabkan tewasnya keponakannya.

“Keponakan pelaku itu kecelakaan memakai motor TNI, terkait mengapa dia bisa memakai motor TNI silahkan tanyakan ke Dandim. Yang bisa saya sampaikan adalah, pelaku Agustinus ini datang ke Bali, baru tadi pagi,” ujar Rudy Setiawan di Mapolres Badung.

Dijelaskannya, sekitar pukul 07.45 wita, pihaknya mendapatkan laporan dan langsung menuju ke TKP dan membujuk pelaku.

“Sekitar 15 menit saya naik dan mediasi dengan pelaku agar turun dari baliho. Saya ajak dia. Saya katakan bahwa beta juga dari Ende ayo turun sudah. Kita saudara,” ujar kapolres saat membujuk Agustinus. Akhirnya agustinus pun turun dan langsung dibawa ke polsek Kuta Utara dan rencananya akan diserahkan ke Kodim Denpasar.

Agustinus dia berangkat dari Ngada hari Sabtu (13/8/2016) lalu. Dia rencananya datang ke Jakarta tapi singgah di Bali. Ia ingin menyampaikan keluhannya. Dia ingin bertemu dengan pak Dandim Ngada, untuk meminta penjelasan terkait tewasnya keponakannya.

hAgustinus menurut Kapolres Badung, bukan stres melainkan ingin protes atas kasus tewasnya keponakannya. Saat dimediasi itulah, pelaku terlihat lemas dan lapar lantaran kehabisan uang.

“Dia mengaku akan ke Jakarta. Baru tiba tadi pagi dan langsung mengibarkan spanduk diatas baliho setinggi 30 meter. Dia bukan stress ya hanya ingin menyampaikan pesan kepada Dandim Ngada atas kasusnya. Lebih lanjut konfirmasi ke Pak Dandim aja ya,” tukas Kapolres yang pernah berdinas di Ende, NTT ini. Akibat ulah Agustinus, Polisi sempat meminta PLN untuk matikan sambungan arus ke wilayah Kerobokan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. (SB-Rio)

Comments

comments