Kunjungi Pengungsi Paiketan AWBP di Desa Pering, Wagub Sudikerta Ajak Warga Aktif dan Jaga Kesehatan

38

SULUH BALI, Gianyar – Situasi siaga bencana Gunung Agung yang saat ini masih berstatus level IV atau awas membuat masyarakat maupun pemerintah harus memikirkan jangka panjang yang akan dihadapi. Hal ini terkait belum pastinya kapan gunung tertinggi di Bali tersebut akan mengalami erupsi.

Untuk itu, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengajak para pengungsi untuk lebih aktif dan menjalani aktivitas seperti biasanya meski berada di pos pengungsian. Tak hanya itu, Sudikerta juga meminta pengungsi untuk selalu menjaga kesehatan mengingat kondisi di pengungsian tidak seperti saat berada di rumah masing-masing.

Hal itu disampaikan Wagub Sudikerta saat mengunjungi pengungsi Paiketan Arya Wang Bang Pinatih yang ada di Desa Pering, Blahbatuh, Gianyar pada Minggu (23/10) pagi.

“Kita semua tidak tau kapan semua ini akan berakhir, yang pasti kita harus tetap waspada dan menjaga diri serta keluarga lainnya. Belum pastinya kapan Gunung Agung akan erupsi membuat kita harus menjadi lebih lama di pengungsian, tentu kita semua harus memikirkan juga jangka panjangnya nanti seperti apa. Karena ini terkait dengan padokan logistik, mata pencarian dan yang lainnya. Soal kesehatan juga menjadi perhatian, karena kita berada di pengungsian. Untuk itu, tolong jaga kesehatannya masing-masing,” ujar Sudiketta yang pada kesempatan tersebut didampingi Ny. Dayu Sudikerta.

Ditambahkan Sudikerta, pemerintah pastinya akan terus mendistribusikan logistik keperluan para pengungsi. Untuk itu, masyarakat diminta untuk tidak khawatir. Disamping itu, Sudikerta juga meminta masyarakat tetap mengikuti instruksi dari Pemerintah dengan tidak mempercayai ataupun dengan sengaja menyebarkan berita-berita hoax yang saat ini marak beredar di media sosial.

“Mari kita semua berdoa agar semuanya tetap kondusifitas ditengah siaga bencana yang kita hadapi saat ini. Saya juga menghimbau masyarakat dalam menjaga kondusifitas tolong tidak percaya berita hoax, apalagi menyebarkan berita hoax karena hal tersebut dapat membuat masyarakat resah dan panik, marilah kita saling menjaga dan bahu membahu satu sama lain”, ucap Sudikerta yang juga didampingi Kadis Komunikasi, Informatika dan Statistik I Nyoman Sujaya.

Di samping itu, untuk mengisi waktu di tempat pengungsian, orang nomor dua di Pemprov Bali itu juga meminta para pengungsi untuk melakukan aktivitas seperti biasa, sesuai dengan keterampilan yang dimliki.

“Agar saudara-saudara semua di sini tidak jenuh, kerjakan saja ketrampilan yang saudara miliki, atau bisa berkunjung ke tempat wisata untuk menghilangkan suntuk,” tuturnya.

Sudikerta juga mengapresiasi langkah perbekel dan juga warga Desa Pering yang sudah mau menerima para pengungsi diwilayahnya, serta memfasilitasi mereka dengan baik.

“Ke depan saya harap rasa solidaritas dan menyame braya seperti ini bisa terus ditingkatkan, apalagi kita tidak tahu sampai kapan kondisi Gunung Agung seperti ini,” tandasnya.

Lebih lanjut, Sudikerta mengatakan akan menyiapkan tempat yang lebih layak bagi para pengungsi. Dalam kesempatan tersebut, Wagub Sudikerta yang juga sebagai Ketua Umum Paiketan AWBP Provinsi Bali tersebut menyerahkan 500 kg beras kepada pengungsi Paiketan AWBP yang ada di Desa Pering tersebut. (SB-humprov)

Comments

comments