Kunjungan Gubernur Pastika Pada Sejumlah Lansia

109
Gubernur Pastika duduk bersama keluarga I Wayan Suta di Dawan, Klungkung (foto Humas.Bali).

SULUH BALI, Denpasar — Sebagaian besar umat Hindu akan bergembira menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, namun tidak bagi Ni Wayan Darti (85) dan adiknya Ni Ketut Sarti (70) lansia asal Banjar Bale Bandung, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung. Saat Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengunjungi rumahnya, Selasa (31/10), dua nenek renta ini sedang duduk di depan rumahnya.

Ni Wayan Darti yang mengalami kebutaan kesehariannya hanya bisa berdiam diri di rumah sambil ‘majejaitan’, dan adiknya Ni Ketut Sarti menjualnya ke Pasar Galiran. Keduanya merupakan KK miskin yang tinggal dalam sebuah gubuk sederhana, menggantungkan kesehariannya dari berjualan canang di pasar Galiran, Klungkung, dengan penghasilan sekitar Rp10 ribu per hari.

Di bagian lain, Gubernur Pastika juga mengunjungi I Wayan Suta (55) asal Dusun Kanginan, Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung. Warga yang akrab dipanggil Mangku Suta ini merupakan seorang Pemangku Pura Paibon, sejak jatuh dari pohon kelapa beberapa bulan lalu hingga kini menderita lumpuh di kedua kakinya. Musibah ini menimpanya saat melakoni profesi tambahan sebagai tukang panjat.

Saat dikunjungi Gubernur Pastika, Mangku Suta sedang terduduk lemah di lantai teras rumahnya. Ia yang menjadi tulang punggung keluarga, saat ini hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dialami. Padahal, suami dari Ni Wayan Kumpul (52) ini memiliki dua orang anak, Nengah Sandiani yang menderita epilepsi sejak balita dan Komang Opriani (19). Komang Opriani terpaksa meninggalkan bangku sekolahnya dan saat ini menjadi tautan keluarga dengan bekerja yang penghasilannya Rp 1 juta-an per bulan.

Kedua orang tua Mangku Suta, Ketut Nari (77), dan Ketut Sunder (77), tidak bisa berbuat banyak karena usianya sudah sangat lanjut, sedangkan istrinya tidak memiliki keterampilan juga buta aksara, sehingga hanya bisa membantu memasak dengan bahan makanan seadanya.

Pada kedua lokasi tersebut, Pastika menyerahkan bantuan sembako dan sejumlah uang agar mereka para lansia ini juga bisa ikut merayakan hari yang suci ini. “Mudah-mudahan ada maknanya, buat kita semua, menggugah kembali rasa persaudaraan kita, menyama braya, semeton saling berbagi. Pada saat-saat kita merayakan hari raya, bergembira, banyak saudara kita yang belum bisa merayakannya. Mari kita berbagi !,” kata Pastika.

Kunjungan ke KK miskin ini menjadi kebiasaan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, terutama di saat-saat menjelang hari raya. Ini menjadi penggugah dan ajakan untuk kita semua, untuk ambil bagian memperhatikan saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan kita.

Usai mengunjungi KK miskin, Pastika yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali dan Kepala Dinas PMD Provinsi Bali juga mengunjungi pos pengungsi di GOR Swecapura. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyampaikan sejak diumumkan Gunung Agung turun status, hampir tiga ribu pengungsi sudah meninggalkan posko pengungsi ini dan kembali ke desa-desa aman. Pihaknya juga memfasilitasi dengan menyediakan kendaraan truk dan bus untuk mengantar. (SB-ant)

Comments

comments