Kualitas dan Kuantitas Fasilitas Umum Harus Terus Ditingkatkan

5
Gede Pasek Suardika Saat Menerima Rombongan dari PDAM, PLN dan KPPAD Bali. (foto-rk)

SULUH BALI, Denpasar – Kualitas dan kuantitas fasilitas umum harus terus ditingkatkan. Kualitas tersebeut termasuk aspek keamanan dan kenyamanan bagi warga yang menggunakannya. Untuk itu semua instansi termasuk warga agar menjaga fasilitas umum tersebut agar memberi manafaat yang maksimal.

Harapan tersebut dikemukakan senator Gede Pasek Suardika saat diadakan pertemuan dengan pihak PDAM Kota Denpasar, PLN dan Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak (KPPAD) Bali di Kantor Perwakilan DPD RI Prov. Bali, Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Selasa (18/4/2017). Pertemuan tersebut sekaligus membahas, mencari masukan dan evaluasi  terkait kejadian jatuhnya korban seorang anak bernama Rendi Rizaldi (13), yang kesetrum saat minum air di Anjungan Air Minum Otomatis (AMO} selatan Lapangan Puputan Badung pada hari Kamis, (13/4/2017) yang lalu.

Menurut Gede Pasek Suardika, di negara-negara maju fasilitas umum mendapat perhatian yang sangat serius dari pemerintahnya. Baik menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. Bahkan di Jakarta sekarang ini, banyak tempat-tempat yang dulunya sangat tidak layak kini diubah menjadi fasilitas umum, diantaranya untuk tempat bermain bagi anak-anak. Warganya sangat senang dan selalu ramai.

Anggota DPD daerah pemilihan Bali ini juga berharap fasilita umum seperti Anjungan Air Minum Otomatis (AMO) agar terus ditambah. “Saya bahkan berharap agar AMO ini terus ditambah di tempat-tempat umum. Disamping di tempat-tempat untuk rekreasi dan olah-raga, bila perlu hingga di Pura ditempatkan AMO. Karena akan sangat bermanfaat dan membantu para pemedek,” harapnya.

“Ada kejadian seperti yang lalu itu, agar dijadikan evaluasi. Tapi bukan berarti menyurutkan pihak PDAM untuk memberikan layanan sosial seperti AMO ini. Bila perlu terus ditambah lagi,” ungkap senator yang kini juga duduk sebagai wakil ketua umum Partai Hanura ini. “Warga juga agar ikut menjaga dan memanfaatkan AMO sebagaimana mestinya. Jangan sampai AMO dijadikan tempat untuk mencuci rantang, sikat gigi. Dan saya minta agar PDAM  menempelkan nomor atau hotline yang bisa dihubungi. Supaya segera tertangani bila terjadi kerusakan pada AMO,” pesannya.

Hadir saat pertemuan tersebut antara lain : Eka Shinta Indra Dewi (KPPAD) Bali, Sueca (Manajer Area Bali Selatan PLN), Ida Bagus Gede Arsana, ST (PDAM Denpasar) dan para awak media. (SB-Rk)

Comments

comments